DPR Apresiasi Menkes Soal Transparansi Kendala Pasokan Vaksin Covid-19

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengapresiasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin atas transparansi soal terkendalanya pasokan vaksin Covid-19.

“Dalam kondisi yang tidak bisa dihindari seperti ini, transparansi dan keterbukaan informasi oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait kendala vaksinasi tersebut, patut diapresiasi,” kata Charles dalam siaran pers yang diterima , Rabu (6/4/2021).

Charles menyebutkan, transparansi dan keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di dalam negeri.

Ia mengatakan, terkendalanya pasokan vaksin Covid-19 ke ratusan negara termasuk Indonesia sehingga laju vaksinasi di dalam negeri tidak bisa seperti sebelumnya adalah sesuatu yang tak terhindarkan.

“Hal ini mengingat Indonesia selama ini mengandalkan suplai vaksin dari negara-negara produsen yang kini menerapkan embargo akibat terjadinya gelombang ketiga di negaranya masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGA

Menkes: Vaksinasi Covid-19 Capai 12,7 Juta Suntikan

Selanjutnya, Charles menyebutkan, dengan adanya informasi seperti ini, masyarakat harus semakin taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Terlebih di tempat-tempat dan fasilitas-fasilitas umum yang sudah, atau sedang direncanakan dibuka kembali, seperti bioskop, sekolah, dan sebagainya.

” Third wave (gelombang ketiga) yang sedang dialami negara-negara produsen vaksin sekarang ini bisa menjadi pelajaran penting buat kita agar selalu taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahwa gelombang baru penyebaran Covid-19 bahkan bisa terjadi di negara-negara penghasil vaksin dengan laju vaksinasi yang cepat sekalipun,” ucap dia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyebutkan, proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang sudah berjalan selama ini baru menjangkau kurang dari 5% dari total sasaran vaksinasi nasional sebanyak 181,5 juta orang.

“Perjalanan Indonesia menuju herd immunity masih panjang, sehingga kita sebagai warga bangsa harus terus bekerjasama dan bergotong royong, agar kita bisa sama-sama selamat dalam perjalanan panjang ini,” ucap dia.

Berita terkait: