Dow Ambles Akibat Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Ketidakjelasan Stimulus

Bursa AS Wall Street jatuh pada perdagangan Jumat (21/11/2020) karena meningkatnya kasus Covid-19 ditambah pertanyaan pendanaan bank sentral untuk program darurat sehingga menimbulkan keraguan pemulihan ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,8% menjadi 29.263,48. S&P 500 merosot 0,7% menjadi 3.557,54. Nasdaq Composite mundur 0,4% untuk mengakhiri hari di 11.854,97.

Boeing dan Salesforce yang menjadi saham berkinerja terburuk di Dow, masing-masing turun 2,9% dan 2,5%. Semenara sektor teknologi dan industri terkoreksi 1,1% dan 0,9%, memimpin penurunan S&P 500.

Rata-rata dalam tujuh hari terakhir, infeksi Covid-19 di AS per hari mencapai 165.029, menurut analisis CNBC dari data John Hopkins. Angka ini 24% lebih tinggi dari seminggu lalu. Pada Kamis saja, tercatat 187.833 kasus. Banyak negara bagian membatalkan rencana pembukaan kembali dan menerapkan pembatasan baru untuk menekan penyebaran.

BACA JUGA

Wall Street Naik Ditopang Saham Teknologi di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19

Gubernur California Gavin Newsom pada Kamis (19/11/2020) mengeluarkan perintah pada warganya agar tinggal di rumah. Pekerjaan dan pertemuan yang tidak penting tidak diperbolehkan antara pukul 10 malam dan 5 pagi.

Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan warga Amerika tidak bepergian pada acara Thanksgiving.

Ekonom JP Morgan menulis dalam sebuah catatan bahwa pembatasan akibat Covid-19 akan membuat ekonomi negatif pada kuartal pertama 2021. JP Morgan menurunkan prospek PDB kuartal pertama menjadi terkontraksi minus 1%. Hal ini membuat JP Morgan, ekonom Wall Street pertama yang memperkirakan PDB negatif di awal tahun depan.

Pelemahan perdagangan Jumat menyebabkan Dow dan S&P 500 turun secara mingguan pertama kalinya dalam tiga minggu. Dow turun 0,7% minggu ini dan S&P 500 kehilangan 0,8%.

“Pasar dapat melihat cahaya di ujung terowongan,” kata Manajer Portofolio GW&K Investment Management, Aaron Clark. “Di sisi lain kasus melonjak dan ada langkah-langkah penutupan. Pasar sedang bergulat dengan itu.”

Sentimen yang membebani pasar Jumat adalah ketidaksepakatan antara Departemen Keuangan dan Federal Reserve atas kelanjutan pendanaan untuk beberapa program darurat yang dilaksanakan selama resesi.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin berusaha mengakhiri beberapa fasilitas The Fed yang membeli obligasi korporasi serta program pinjaman untuk bisnis kecil dan menengah. Padahal menurut bank sentral, program tersebut berperan penting mendukung ekonomi.

Sementara investor mendapat kabar baik tentang vaksin. Pfizer dan BioNTech mengajukan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 kepada BPOM AS (Food and Drug Administration/FDA). Perusahaan menyatakan siap mengirimkan vaksin dalam beberapa jam setelah FDA menyetujui otorisasi.

Berita terkait: