DKI Butuh 16 Juta Dosis Vaksin untuk Ciptakan

– Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya membutuhkan kurang lebih 15 sampai 16 juta dosis vaksin untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas terhadap Covid-19 di Jakarta. Jutaan vaksin produksi Sinovac tersebut akan disuntikkan kepada 7,9 juta warga yang menjadi sasaran penerima vaksin.

“Untuk mencapai herd immunity di Jakarta dibutuhkan kurang lebih 15 hingga 16 juta dosis vaksin Sinovac,” ujar Widyastuti di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Widyastuti mengatakan, ketentuan untuk vaksin Covid-19 harus disuntikkan 2 dosis kepada masing-masing orang di mana rentang antara suntikan dosis pertama dan kedua selama 14 hari atau dua minggu. Karena secara total sasaran penerima vaksin dengan kelompok umur 18 sampai 59 tahun sebanyak, 7,9 juta orang, maka total vaksin yang dibutuhkan sebanyak 15 hingga 16 juta.

BACA JUGA

Kasus Harian Covid-19 Rekor Lagi, DKI Jakarta Tertinggi

Widyastuti mengakui bahwa vaksinasi kali ini merupakan yang terbanyak di Jakarta. DKI Jakarta, kata dia, pernah melakukan vaksinasi massal, namun jumlahnya hanya sekitar 2 juta orang. Karena itu, kata di, perlu kerja bersama berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi ini.

“Jadi, ini perlu kerja bersama, tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja, tetapi perlu partisipasi masyarakat, koordinasi dan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah serta dengan pelaku usaha, swasta, BUMN, TNI-Polri sehingga tujuan vaksinasi untuk membentuk herd immunity terjaga dan tercapai. Harapannya bisa menurunkan kesakitan karena Covid-19,” ungkap dia.

BACA JUGA

Gejala Umum Penerima Vaksin Covid-19, Pegal di Lokasi Penyuntikan

Lebih lanjut, Widyastuti menjelaskan kelompok-kelompok yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19 di Jakarta. Pertama, kata dia, tenaga kesehatan yang jumlahnya sekitar 130.000, kemudian kelompok pemberi layanan publik dengan jumlah sekitar 500.000 orang.

“Lalu, kelompok yang rentan secara geospasial maupun ekonomi ada 3 jutaan lebih, kelompok usaha 2 jutaan lebih dan juga kelompok lansia. Memang ada informasi dari Kementerian Kesehatan, selain umur 18 sampai 59 tahun, ada kelompok lansia tertentu yang bisa diberikan vaksin, itu sebanyak 980.000 lebih,” pungkas dia.

Berita terkait: