DKI Belum Berencana Berlakukan Kembali Ganjil Genap

Pemprov DKI Jakarta belum berencana untuk memberlakukan kembali kebijakan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap, meski kondisi lalu lintas di Ibu Kota saat ini kembali mengalami kemacetan.

“Nanti kita pertimbangkan (diberlakukan kembali). Namun, sejauh ini, kebijakan yang kita ambil (peniadaan ganjil genap ) sudah melalui suatu proses kajian penelitian, diskusi, dan survei. Kami selalu mendengar dari semua pihak,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan belum diberlakukannya ganjil genap di Jakarta, karena laju kasus positif Covid-19 masih terjadi di Jakarta, sehingga penggunaan terhadap angkutan umum pun masih dibatasi.

BACA JUGA

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polda Larang Sahur On The Road

“Pengguna angkutan umum maksimum 50% jumlah penumpangnya dari kapasitas yang tersedia. Jika terjadi kemacetan, kan yang bersangkutan di dalam mobilnya sendiri, otomatis tidak ada interaksi antarorang,” ucap Riza.

Dari total kasus positif tersebut, sebanyak 375.080 orang dinyatakan telah sembuh, 6.379 orang meninggal dunia, dan sebanyak 6.017 orang masih dirawat atau diisolasi.

Belakangan, tiadanya pembatasan ganjil genap selama setahun lebih, dikritisi oleh warganet karena lalu lintas Jakarta kembali macet beberapa hari terakhir.

Seperti yang dikatakan beberapa warganet pada akun Instagram @dishubdkijakarta.

“Jalanan di Jakarta sudah mulai pada macet. Sudah normal seperti tak ada Covid,” kata netizen @boncu15_.

Berita terkait: