Djoko Tjandra Pernah Sambangi Mabes Polri?

Djoko Soegiarto Tjandra pergi setelah sukses “mengobrak-abrik” Polri. Buronan yang sudah dicari sejak 2019 oleh Kejaksaan Agung tetapi dia bisa dengan leluasa masuk ke Indonesia, mengurus KTP sekaligus paspor, dan mendapatkan dua surat sakti yaitu surat jalan dan surat bebas Covid-19 dari Polri.

Yang lebih menyakitkan, sekaligus memalukan, Djoko mendapat karpet merah itu karena ‘sponsor’ dari mantan Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo.

Jenderal bintang satu inilah yang berperan dalam dua surat sakti untuk lelaki berusia 69 tahun yang licin bak belut itu. Termasuk surat keterangan bebas Covid-19 yang ditandatangani oleh dokter H yang berdinas di Satkes Pusdokkes Polri.

Dalam surat keterangan tertanggal 19 Juni 2020 itu ditulis pekerjaan Djoko sebagai: Konsultan Biro Korwas PPNS. Alamat: Trunojoyo nomor 3, Jakarta Selatan. Kesatuan: Bareskrim dengan hasil rapid test negatif. Perlu diketahui jalan Trunojoyo nomor 3 adalah alamat Mabes Polri.

Kamis (16/7/2020).

Seperti diberitakan Brigjen Prasetijo dicopot dan ditahan Provost karena secara tidak lamgsung membantu pelarian Djoko. Lulusan Akpol 91 itu memuluskan jalan Djoko keluar Indonesia dengan meneken surat sakti dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas tertanggal 18 Juni 2020.

Pengacara Djoko Tjandra Bantah Berkolaborasi dengan Jenderal Polri

Yang menyakitkan buron Kejaksaan Agung sejak 2009 ini tiba-tiba muncul di Indonesia. Namanya kembali ramai diperbincangkan ketika ia mendaftarkan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020.

Ia pun ditetapkan buron hingga hari ini. Keberadaannya kini tak lagi diketahui dan ia kembali membuat kontroversi baru.