Disuntik Vaksin, Gubernur Bengkulu Mengaku Tak Merasakan Sakit

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjadi orang pertama mendapatkan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di Bengkulu. Ia divaksin oleh dokter Furkon petugas medis di rumah sakit umum daerah (RSUD) Yunus Bengkulu, Kamis (14/1/2021).

Selain Gubernur Bengkulu suntikan vaksin Covid-19 kepada unsur Forum Pimpinan Daerah (Fopindo) setempat, antara lain Kapolda Bengkulu, Kepala Kejati, Kepala Dinkes Bengkulu, Dirut RSUD Yunus Bengkulu, tokoh agama dan Ketua IDI Bengkulu.

BACA JUGA

Gubernur Bengkulu Siap Jalani Vaksinasi Covid-19 di RSUD Yunus

Gubernur Rohidin setelah mendapatkan suntik vaksin Sinovac langsung menuju lantai II RSUD Yunus Bengkulu untuk istirahat selama 30 menit sesuai Standar Prosedur Operasi (SOP) pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19, termasuk anggota Fopinda setempat.

Gubernur Bengkulu terpilih hasil Pilkada Serentak 9 Desember 2020 lalu mengatakan, vaksin Sinovac yang suntikan kepada tubuhnya sudah teruji aman, legalisasinya dari BPOM dan MUI sudah dikeluarkan.

Selain itu, vaksin Sinovac ini sudah diuji klinis dan kita semua tahu dan hasilnya sangat baik pada 4-5 bulan lalu. “Vaksin ini aman, dan sudah teruji halal kemudian Emergency Use Authorization (EUA) juga sudah keluar, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk mendapatkan suntikan vaksin tersebut,” ujarnya.

Gubernur Rohidin menyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini merupakan salah satu langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air, termasuk Bengkulu. “Masyarakat Bengkulu tidak perlu takut dengan vaksinasi Covid-19 ini, karena vaksin ini betul-betul nyaman, aman, dan tentu dilaksanakan oleh tenaga-tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat Bengkulu, agar tidak perlu ketakutan, dan keraguan lagi untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. “Saya setelah diberikan vaksin merasa segar dan tidak ada rasa sakit. Saya tanya sama dokter apa saya sudah disuntik vaksin dan dijawab dokter sudah pak. Saya tidak terasa sakit sama sekali diberikan suntik vaksin Covid-19 tersebut,” ujarnya.

Meski masyarakat Bengkulu nanti sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, tapi Gubernur Rohidin tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan prokol kesehatan secara tetat melalui 3M, yakni mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak serta tidak berkerumun.

“Jadi, meski nantinya seluruh warga Bengkulu, usia 18-59 tahun sudah mendapatkan vaksin Covid-19, tapi tetap diminta mentaati protokol kesehatan dengan baik agar tidak terjangkit virus corona,” ujarnya.

Dengan demikian, katanya bukan berarti setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 semua persoalan terkait virus corona dianggap sudah selesai tidak. Masyarakat tetap diminta menerapkan protokol kesehatan melalui gerakan 3M untuk melindungi diri agar aman dari ancaman terpapar Covid-19.

Gubernur Rohidin mengharapkan dengan adanya vaksinasi ini diharapkan pandemi Covid-19 akan segera berakhir di Tanah Air, termasuk di Provinsi Bengkulu, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti selama ini.

Berita terkait: