Disdik Papua segera evaluasi kegiatan belajar mengajar selama COVID-19

Jangan sampai perencanaan yang dibuat keluar dari proses pembelajaran selama COVID karena beranggapan pandemi ini berakhir, ini bahaya sehingga harus diarahkan bagaimana sarana prasarana Jayapura – Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua segera mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi COVID-19 dalam rangka mengakhiri Tahun Ajaran 2020.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait di Jayapura, Sabtu, mengatakan hasil evaluasi tersebut akan diumumkan akhir tahun yakni bagaimana tentang proses pembelajaran selama masa COVID baik secara daring maupun luring.

“Kemudian evaluasi sarana prasarana yang menjadi pekerjaan rumah besar selama masa pandemi yakni sejak 17 Maret 2020 di Papua hingga akhir tahun,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, evaluasi tentang perencanaan pembelajaran yang disusun oleh setiap sekolah SMA/SMK dan SLB serta Dinas Pendidikan di kabupaten kota di seluruh Papua pada 2021 di mana harus direncanakan agar sesuai dengan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran COVID-19.

“Jangan sampai perencanaan yang dibuat keluar dari proses pembelajaran selama COVID karena beranggapan pandemi ini berakhir, ini bahaya sehingga harus diarahkan bagaimana sarana prasarana, seperti jaga jarak, masker, tempat cuci tangan, jaringan internet dan lainnya sehingga semua harus mengarah kepada virus tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan evaluasi juga menyangkut perilaku yang menjadi kebiasaan hidup yang baru untuk waktu lama, seperti kebiasaan-kebiasaan protokol kesehatan yang harus ditanamkan secara terus-menerus.

“Terakhir adalah evaluasi tentang peran ‘stakeholder’ (pemangku kepentingan) tentang dunia pendidikan, kami harus memberikan apresiasi kepada setiap yang terlibat dalam dunia pendidikan selama COVID di Papua, semua yang mendukung dan berkontribusi harus diapresiasi,” katanya.

Pihaknya bersyukur karena dunia pendidikan dengan segala keterbatasan hari ini, meski tidak ada jaringan internet, paling tidak informasi pembelajaran itu sampai dan sudah disampaikan melalui berbagai media yang bisa memungkinkan terjangkau.

Baca juga: Baru 25 persen bantuan kuota internet digunakan siswa di Papua
Baca juga: Disdik Papua harap siswa tidak terjangkau internet tetap dapat bantuan
Baca juga: Pemprov Papua sebut tak ada klaster baru dari mulainya KBM tatap muka

Berita terkait: