Di Tengah COVID-19, Penumpang di Bandara Soetta Naik 3,16 Juta Orang

Tangerang, – Meski pandemik COVID-19 masih melanda dan angka penularan masih tinggi saat ini, namun jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) justru semakin meningkat, jika dibandingkan dengan periode April-Juli 2020 saat awal pandemik COVID-19 melanda Indonesia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, M. Awaluddin mengatakan, kenaikan pergerakan penumpang tersebut terjadi karena meningkatnya kepercayaan penumpang untuk menggunakan transportasi udara meski di masih pandemik  virus corona.

“Ini merupakan bukti komitmen PT Angkasa Pura II untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, memberi dampak baik untuk penerbangan,” ujar Awaluddin, Jumat (16/10/2020). 

1. Sepanjang Juli sampai September 2020, jumlah penumpang di Bandara Soetta naik hingga 3,16 juta orang

Di Tengah COVID-19, Penumpang di Bandara Soetta Naik 3,16 Juta OrangBandara Soekarno-Hatta (/Maya Aulia Aprilianti)

Awaluddin menuturkan, penumpang di Bandara Soetta naik sebanyak 256 persen bila dibandingkan dengan periode April-Juni 2020.

Berdasarkan data yang terkumpul, jumlah penumpang sepanjang Juli sampai September 2020 di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 3,16 juta orang.

“Untuk pergerakan pesawat di Soekarno-Hatta naik 114 persen menjadi 40.596 penerbangan,” jelasnya.

Baca Juga: Bangkrut, Maskapai Asal Thailand Kini Beralih Jual Gorengan

2. Pergerakan pesawat juga naik 107,7 persen dari 33.871 penerbangan menjadi 70.351

Di Tengah COVID-19, Penumpang di Bandara Soetta Naik 3,16 Juta Orang/Maya Aulia Aprilianti Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Amnesty: Lebih dari 150 Demonstran Penolak UU Cipta Kerja Ditangkap
  • Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti Berkurban
  • KontraS Data Orang Hilang dan Ditahan Saat Demo

Awaluddin mengungkapkan, meningkatnya jumlah penumpang secara signifikan dan juga pergerakan pesawat, menandakan kepercayaan masyarakat mulai pulih di tengah pandemik. 

“Bahkan, Bandara Soekarno-Hatta mendapat Safe Travel Score tergolong tinggi, yakni mencapai 4.09 berdasarkan evaluasi Safe Travel Barometer, karena penerapan protokol kesehatan yang ketat. Skor tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia dan peringkat ke-34 dari 200 bandara di dunia,” tutur Awaluddin. 

Untuk kuartal III pada 2020, jumlah penumpang pesawat di 19 bandara tercatat 5,42 juta orang. Angka tersebut melonjak 247,43 persen dibandingkan dengan Kuartal II di 2020 sebanyak 1,56 juta orang. 

“Pergerakan pesawat juga naik 107,7 persen, dari 33.871 penerbangan menjadi 70.351 penerbangan,” ungkapnya.

3. Sektor penerbangan berperan dalam peningkatan perekonomian

Di Tengah COVID-19, Penumpang di Bandara Soetta Naik 3,16 Juta Orang/Maya Aulia Aprilianti

Menurut Awaluddin, peningkatan penumpang dan penerbangan menunjukkan sektor penerbangan nasional memiliki peran signifikan dalam mendukung aktivitas, maupun perekonomian di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. 

“Tren pertumbuhan penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II didorong juga dari besarnya pasar domestik Indonesia,” ujar Awaluddin. 

Ia berharap, segala upaya yang dilakukan oleh pihaknya bisa terus berdampak baik bagi dunia penerbangan di Indonesia. 

“Peran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di Bandara juga sangat penting untuk mendukung pemulihan transportasi penerbangan di Indonesia,” pungkasnya. 

Baca Juga: Nekat Langgar Aturan Physical Distancing, Maskapai Bakal Didenda

Berita terkait: