Desa di Italia Tawarkan Uang Rp 138 Juta Bagi yang Mau Pindah Rumah

Sebuah desa di Italia akan membayar siapa saja yang ingin tinggal di sana untuk membantu meningkatkan jumlah penduduk dan menopang ekonominya.

Dewan kota Santo Stefano di Sessanio yang terletak di kawasan pegunungan Abruzzo, Italia, mengatakan saat ini populasi di desa hanya 115 orang yang tinggal. Mereka terdiri dari 13 anak yang berusia di bawah 20 tahun dan 41 orang lansia.

Dilansir laman The Independent, Kamis (22/10), populasi tersebut tidak cukup untuk membuat desa tersebut maju. Alhasil mereka berencana untuk membayar orang hingga EUR 8.000 (Rp 138 juta) per tahun, dibayar dengan angsuran bulanan, untuk pergi dan tinggal di sana.

Bagi yang tinggal di sana, akan didanai selama tiga tahun dan diberi properti rumah untuk ditinggali tapi dengan syarat mereka harus membayar uang sewa. Uang sewa tersebut dikatakan belum diputuskan.

Tetapi desa ini tidak terbuka untuk semua orang. Desa tersebut mencari warga yang bukan warga negara Italia, warga negara Uni Eropa atau mereka yang mempunyai KTP Uni Eropa.

Mereka menerima orang yang berusia dari 18 tahun sampai 40 tahun dan tidak memiliki catatan kriminal.

Calon penghuni juga harus berkomitmen untuk tinggal di desa tersebut minimal selama 5 tahun dan juga harus membuka bisnis di sana. Maka dari itu, Dewan kota akan menambahkan EUR 20.000 (Rp 347 juta) untuk membantu mereka dalam memulai bisnis.

Sejak pengumuman tersebut diluncurkan pada 15 oktober. Kini kota tersebut sudah memiliki sekitar 1.500 orang yang mendaftar.

Lamaran tersebut akan ditutup pada 15 November.

Reporter Magang: Farhan Hafizhan

Baca juga:
Semangat Siswa Italia Belajar di Tangga Publik Karena Corona
Italia Wajibkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka
Setelah Trump, Kini Netanyahu Juga Diusulkan Raih Hadiah Nobel Perdamaian
Seorang Turis Didenda Rp 17 Juta Karena Bawa Pulang Pasir Pantai di Italia
Ribuan Demonstran Anti-Masker & Pendukung Teori Konspirasi Unjuk Rasa di Roma
Penelitian Sebut Tipe Awal Virus Corona yang Jangkiti Italia Bukan Dari China
Studi: Banyak Pasien Sembuh Covid-19 Alami Gangguan Kejiwaan
Sempat Dicuri, Lukisan Banksy untuk Korban Teror Paris Dikembalikan
Italia Sita Narkoba Diduga Produksi ISIS Senilai Rp14,4 Triliun

Berita terkait: