Depok Kampanyekan Gerakan Bermasker

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok akan mengampanyekan gerakan bermasker mulai Senin (20/7/2020).

Aksi simpatik ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker demi mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Depok Gandara Budiana mengatakan, tim gugus tugas akan menyosialisasikan gerakan masker kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari.

“Pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional ini, masyarakat harus diingatkan selalu menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ujar Gandara di Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2020).

Gandara menuturkan, rencananya pelaksanaan gerakan bermasker dilakukan di lima titik, di antaranya Tugu Jam Siliwangi, Ramanda, Jalan Juanda, Simpang KSU, dan Simpang Pasar Musi.

“Untuk gerakan awal ini kami lakukan di tiga kecamatan dulu, yakni Kecamatan Sukmajaya, Beji, dan Pancoran Mas. Kami juga bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan, PMI, Satpol PP, Badan Keuangan Daerah, Dinas Kesehatan, kecamatan dan kelurahan,” kata Gandara.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok terus patroli terhadap warga Depok yang tidak mengenakan masker. Mereka yang tidak memakai masker dikenai sanksi sosial, yakni membaca Pancasila, menyanyikan lagu-lagu wajib, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Satpol PP juga melakukan patroli di banyak tempat seperti di sejumlah situ di Depok, seperti misalnya di Situ Cilodong, Situ Rawa Kalong dan Situ Rawa Besar dan juga di tempat kerumunan warga dimana banyak terlihat orang -orang nongkrong.

Juru Bicara Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengungkapkan, Pemkot Depok bakal memberikan sanksi kepada warga yang melanggar ketentuan PSBB. Sanksi itu diatur dalam Peraturan Wali Kota Depok yang telah direvisi.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 32 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Covid-19 di Kota Depok.

Berita terkait: