Depkes Australia Hentikan Iklan di Facebook

Departemen Kesehatan Australia tidak akan lagi beriklan di Facebook. Seperti dilaporkan AFP , Senin (22/2), pengumuman disampaikan Depkes Australia menyusul eskalasi terbaru perseteruan pemerintah dengan Facebook, yang terus memblokir konten berita dari platformnya.

Pembekuan itu terjadi ketika Australia mulai mempromosikan peluncuran vaksinasi Covid-19 yang baru diluncurkan dengan ledakan informasi publik hampir US$ 20 juta (Rp 281 miliar) yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan dan melawan banjir teori konspirasi anti-vaksin.

Pada Minggu (21/2), Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan departemennya masih akan membayar untuk mempromosikan kampanye vaksin, tidak hanya di Facebook.

“Semua dana kami akan digunakan. Kami akan terus memasang iklan di saluran tertentu, tapi kami tidak akan menambahnya,” kata Hunt.

Pemerintah Australia terjebak dalam perselisihan sengit dengan Facebook mengenai undang-undang yang akan memaksa platform digital untuk memberikan kompensasi kepada outlet media untuk konten daring.

BACA JUGA

Setelah Australia, Kanada Siap Tagih Biaya Berita dari Facebook

Facebook sangat keberatan dengan undang-undang yang diusulkan. Sebagai pembalasan pada Kamis, perusahaan media sosial itu memblokir hampir semua berita Australia di platformnya.

Rencana undang-undang itu diperkirakan akan diselesaikan di parlemen minggu ini. Facebook diyakini masih melakukan pembicaraan dengan perusahaan media Australia dan pemerintah untuk menemukan solusi pada saat-saat terakhir.

Tanggapan dramatis Facebook kontras dengan Google, yang telah menandatangani kesepakatan dengan beberapa perusahaan media, termasuk News Corp dan Guardian dari Rupert Murdoch.

Saat warga tidak dapat berbagi artikel berita atau melihat halaman Facebook grup media, Australia memulai kampanye vaksinasi pada hari Minggu.

Berita terkait: