Dengan Paspor Vaksin Covid-19, Israel Buka Akses Masuk

Israel membuka kembali sebagian besar ekonominya pada Minggu (21/2) setelah hampir dua bulan karantina wilayah Covid-19. Seperti Xinhua, Senin (21/2), Israel menggunakan “Green Pass” untuk mencabut beberapa batasan bagi orang-orang yang divaksinasi sambil mempertahankan beberapa larangan pada orang yang tidak divaksinasi.

Toko, mal, dan pasar jalanan dibuka untuk semua orang.

“Untuk sementara, akses ke gym, hotel, konser, teater, bioskop, dan tempat rekreasi serta acara budaya lainnya dibatasi hanya untuk orang-orang yang telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19 atau telah pulih dari penyakitnya,” kata Kantor Perdana Menteri dan Kementerian Kesehatan Israel, dalam pernyataan bersama.

Orang yang divaksinasi bisa mendapatkan status “Green Pass” yang ditampilkan di aplikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Israel.

Menurut pernyataan pemerintah, sebagian besar kelas sekolah telah dibuka kembali dan sisanya diharapkan akan dibuka kembali pada Maret.

BACA JUGA

Ini 10 Negara dengan Tingkat Vaksinasi Covid-19 Tertinggi

“Dengan populasi sekitar sembilan juta orang, ‘Green Pass’ berlaku untuk sekitar 3,2 juta orang yang telah menerima kedua suntikan atau telah pulih dari Covid-19,” menurut pernyataan Menteri Kesehatan Yuli Edelstein pada Minggu (21/2).

Pada Sabtu (20/2), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa peluncuran skala besar negara itu berlanjut dengan kecepatan sekitar 30.000 suntikan vaksin yang diberikan setiap hari pada kelompok orang berusia di atas 50 tahun.

“Dalam dua minggu mendatang, kami bermaksud untuk memvaksinasi lebih dari 95 persen dari mereka yang berada dalam kelompok usia ini,” katanya lewat pernyataan video.

Israel telah memasuki karantina nasional ketiganya pada 27 Desember 2020 saat meluncurkan peluncuran vaksin Covid-19 skala besar. Warga Israel mulai keluar dari karantina wilayah pada 7 Februari.

Berita terkait: