Debat Pilwalkot Medan: Akhyar Singgung Nama Jokowi, Bobby Nasution Langsung

Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, merespons dengan nada tinggi ketika rivalnya, Akhyar Nasution, menyinggung nama Presiden Joko widodo saat membahas soal banjir di Medan Utara saat Debat Publik Kedua Pilwalkot Medan 2020, Sabtu (21/11/2020) malam.

Debat publik kedua yang menghadirkan dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dan Bobby Nasution – Aulia Rachman, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan di Hotel Grand Mercure, memang berlangsung alot.

Ketika topik pembahasan masalah penanggulangan banjir di Belawan, Akhyar mengaku bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Medan sudah pernah menyampaikan permasalahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) dan Presiden Joko Widodo, pada tahun 2013 dan 2018. Namun, belum ada realisasi.

BACA JUGA

Pasangan Bobby-Aulia Dinilai Unggul di Debat Kedua Pilkada Medan

“Sejak 2013 sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR (Kempupera) untuk pembangunan tanggul di Belawan. Bahkan, permohonan itu disambut oleh Presiden Jokowi. Itu setelah Pak Dzulmi Eldin (Wali Kota), menemui Presiden saat berkunjung ke Binjai. Sampai sekarang, tidak ada realisasi untuk pembangunan tanggul di Belawan,” ungkap Akhyar.

Dalam kesempatan itu, Akhyar meminta penjelasan terhadap rivalnya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) itu, Bobby Nasution – Aulia Rachman, solusi terbaik apa yang harus dilakukan dalam menanggulangi masalah banjir rob di kawasan Medan Utara.

BACA JUGA

Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan Sejak 2016

Menanggapi pertanyaan Akhyar, Bobby Nasution menegaskan, permohonan Pemkot Medan menyangkut pembangunan tanggul rob belum direalisasikan karena pemerintah pusat mengkhawatirkan anggaran yang akan dikucurkan itu akan dikorupsi. Soalnya, salah satu penyebab Kota Medan tertinggal karena masalah korupsi.

“Pemerintah Pusat itu jika memberikan bantuan itu selalu pasti. Pemerintah butuh jaminan agar bantuan itu tidak dikorupsi. Bahkan, banyak korporasi yang menyatakan kesiapan untuk membantu. Kita akan berkolaborasi dengan mereka untuk ke depannya,” sebutnya.

Berita terkait: