Daya Tahan Tubuh Jadi Bekal Anak Tumbuh dan Berkembang

Anak yang sehat dan memiliki tumbuh kembang optimal diperlukan untuk membentuk fondasi masa depan bangsa yang berkualitas.

Namun, infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) dan diare menular banyak diderita oleh anak usia di bawah lima tahun dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas.

Padahal, kondisi tersebut dapat dicegah dengan mendukung si kecil memiliki daya tahan tubuh atau sistem imun yang baik agar tubuhnya kuat melawan infeksi virus dan kuman di sekitarnya.

Dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi, dr Ariani Dewi Widodo SpA(K) menjelaskan, sistem imunitas dibentuk sejak awal kehidupan dan akan berkembang menjadi lebih kuat dan lebih kompleks seiring dengan pertambahan usia anak.

“Dalam kondisi ini, orang tua berperan untuk memastikan agar perkembangan imunitas optimal. Sistem imun yang terjaga menjadi bekal tubuh anak untuk tumbuh dan berkembang,” kata Ariani di sela seminar digital Nutriclub, Senin (20/7/2020).

Ariani menambahkan, penyebab anak rentan terkena gangguan penyakit infeksi seperti Ispa dan diare salah satunya karena sel-sel usus pada anak masih renggang, mengakibatkan apabila ada kuman atau alergen akan mudah masuk melalui sel-sel tersebut. Selain itu, mikrobioma pada saluran cerna tidak berkembang dengan baik.

“Bakteri pada mikrobioma memiliki peran terhadap imunitas, nutrisi, dan perlindungan terhadap bakteri patogen. Dalam tubuh manusia terdapat sekitar 10-100 triliun mikrobioma dengan jumlah paling banyak terdapat di usus,” ungkap Ariani.

Sementara itu, Head of Departement of Pediatrics Vrije Universiteit Brussel, Prof Yvan Vandenplas MD memaparkan, mikrobioma gastrointestinal atau keseimbangan mikrobioma di dalam usus yang sehat berperan sangat penting untuk mengembangkan sistem imunitas anak sejak dini.

“Mikrobioma merupakan seluruh ekosistem mikroba yang ada di dalam sebuah organ. Mikrobiota usus, bakteri baik bifidobacteria, berperan penting untuk mendukung sistem imun dengan memproduksi antibodi, mengontrol peradangan, mengencangkan sambungan usus dan mendorong toleransi terhadap makanan. Untuk itu, keseimbangan komposisi bakteri baik bifidobacteria harus dipelihara agar dapat terus memberikan manfaat dengan pemberian prebiotik,” papar Yvan.

Yvan menambahkan penelitian menunjukkan nutrisi mengambil peran besar dalam menentukan keseimbangan mikrobioma yang ada di dalam usus. Lebih spesifik, prebiotik yang merupakan karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna dan difermentasikan oleh bakteri dalam usus mampu merangsang perkembangan bakteri baik bifidobacteria.

“Kombinasi prebiotik Fos dan Gos dengan rasio 1:9 dapat meningkatkan jumlah bifidobacteria, menstimulasi pertumbuhan spesies bifidobacteria dan lactobacillus tertentu, mengurangi bakteri patogen, dan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan,” tandasnya..

Yvan menjelaskan, pada Giant study yang dilakukan pada 767 anak sehat berusia di atas 1 tahun di 5 negara yang mengonsumsi susu pertumbuhan dengan prebotik lcFos/scGos dan n-3 LC PUFA ditambahkan ke dalam susu. Hasilnya adalah infeksi risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi susu sapi. “Keberadaan Fos dan Gos juga mampu membantu mendukung daya tahan tubuh dan mengurangi risiko infeksi,” pungkasnya.

Berita terkait: