Dana Pensiun Pertamina Jual Saham Elnusa

— Dana Pensiun Pertamina mengurangi kepemilikan saham di PT Elnusa Tbk (ELSA). Aksi ini tertuang dalam surat yang diterbitkan pada 19 Februari 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (23/2/2021), Dana Pensiun Pertamina telah menjual saham Elnusa sebanyak 100.067.000 lembar saham dengan harga penjualan Rp 401. Aksi ini telah dilakukan pada 9, 17 dan 18 Februari 2021.

Dengan dilakukannya aksi penjualan tersebut, kini Dana Pensiun Pertamina memiliki 729.781.000 lembar saham atau setara dengan 10% dari sebelumnya memiliki 829.848.000 lembar atau setara dengan 11,4%.

Penjualan saham Elnusa tersebut membuat Dana Pensiun Pertamina memperoleh dana sebesar Rp 40,1 miliar. Adapun tujuan penjualan adalah divestasi.

Hingga berita ini dibuat, data RTI menunjukan harga saham Elnusa dibuka pada harga Rp 410 atau naik 1,49% dari sebelumnya berada di level 404. Adapun PER saham perseroan sejumlah 12.00 dan market capital Rp 2,99 triliun.

Di sisi lain, Elnusa pada tahun ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 600 miliar yang akan digunakan untuk investasi secara selektif demi mendukung pertumbuhan bisnis dari hulu ke hilir.

BACA JUGA

Dukung Target 1 Juta BOPD, Elnusa Gandeng Schlumberger

Head of Corporate Communication Elnusa Wahyu Irfan menjelaskan, pada tahun ini perseroan akan melakukan investasi pada peralatan yang menunjang pekerjaan hydraulic workover unit, coiled tubing unit hingga penambahan armada mobil tangki dan infrastruktur terminal bahan bakar minyak serta Liquified Petroleum Gas (LPG).

“Selain itu, perseroan juga berencana melakukan investasi untuk menjaga kapasitas peralatan yang ada saat ini,” jelasnya kepada Investor Daily.

Wahyu menambahkan, investasi tersebut sejalan dengan strategi perseroan pada tahun ini untuk meningkatkan kinerja pada 3 lini bisnis utama yaitu jasa hulu migas, jasa distribusi dan logistik energi, serta jasa penunjang seperti strategi diversifikasi portofolio.

Melalui strategi tersebut diharapkan perseroan dapat mencatatkan kinerja positif meskipun terdampak fluktuasi harga minyak dunia, pandemi Covid-19 maupun fluktuasi kurs.

“Untuk target 2021, terdapat beberapa peluang yang sedang kami bidik, semoga peluang-peluang ini bisa direalisasikan dengan baik sehingga memberikan pertumbuhan pada kinerja perseroan di akhir tahun 2021,” ujarnya.

Lebih lanjut, Elnusa memandang tahun 2021 menjadi tahun yang penuh optimisme. Hal ini didasari oleh target produksi minyak 1 juta barel per hari yang menjadi bagian dari 4 program yang ditetapkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas (SKK MIGAS).

Hal tersebut juga didukung dengan tren perbaikan konsumsi BBM Nasional yang terus meningkat bahkan melebihi produksi juga menjadi peluang besar bagi perseroan.

Dari ke-4 program milik SKK MIGAS tersebut, Elnusa berkomitmen untuk terus berperan aktif karena memiliki kompetensi yang telah teruji. Semisal, dalam menjaga produksi existing perseroan memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam berbagai operasi produksi dan maintenance untuk lifting migas.

Berita terkait: