Dana Hibah Rp 9 M untuk Museum SBY-Ani Batal, Gubernur Jatim Disorot

Dana hibah bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur (Jatim) ke Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pacitan sebesar Rp 9 miliar, batal diberikan. Dana itu bertujuan untuk pembangunan Museum SBY .

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyayangkan pembatalan hibah tersebut. Menurut Pangi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang didukung oleh Partai Demokrat (PD) tetap berusaha menunjukkan pembelaannya atas pengembangan museum tersebut.

Pengamat yang akrab disapa Ipang itu mengatakan salah satu kunci untuk memahami permasalahan ini yakni melihat pihak mana yang meminta pembatalan hibah tersebut. Berdasarkan informasi di media massa, pembatalan adalah inisiatif pihak Pemprov Jatim.

BACA JUGA

Khofifah Sebut Bendungan Tugu dan Gongseng Rampung Tahun Ini

“Tergantung siapa yang minta dibatalkan. Kalau pemprov membatalkan, berarti bukan permintaan pihak Partai Demokrat . Berarti ada kemungkinan pemicunya adalah permasalahan jangka panjang. Selain itu, komunikasi politik ada masalah diantara mereka,” kata Pangi, Selasa (23/2/2021).

Pangi menuturkan publik bisa menilai bahwa penundaan ini bagian dari agenda Khofifah terkait kepentingan maju di pilpres 2024. Padahal, Pangi menilai Khofifah seharusnya lebih bijak. Karena yang bersangkutan bisa mejadi gubernur, salah satunya didukung Partai Demokrat.

Dengan begitu, wajar bila Khofifah mendukung pengembangan partai tersebut. Menurut Pangi, bantuan dari pemerintah daerah untuk pengembangan museum adalah hal biasa. Ada partai politik lain yang mungkin juga membangun museum dan mendapat bantuan dari pemerintah daerah atau lembaga pemerintahan, tetapi tidak diprotes.

“Mestinya Khofifah juga begitu. Harus bela dong partainya,” ucap Pangi.

Pangi berharap Khofifah memberi penjelasan kepada publik soal alasan Pemprov Jatim membatalkan hibah.

Berita terkait: