Dalam Waktu 3 Jam, 226 Orang Terjaring di Gerakan Depok Bermasker

Sebanyak 226 orang terjaring dalam aksi Gerakan Depok Bermasker di Depok, Jawa Barat yang dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka terjaring hanya dalam waktu tiga jam yakni sejak pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB.

Gerakan Depok Bermasker dilaksanakan dibeberapa titik yakni di Simpang Juanda, Ramanda, Simpang Pasar Musi, Tugu Siliwangi, dan Simpang KSU. Selama tiga jam yakni dari pukul 08.00 hingga 11.00 Gerakan Depok Bermasker digelar, terjaring 226 orang tidak mengenakan masker.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdhiany mengatakan, jumlah ini bisa bertambah banyak jika ditambahkan dengan data milik Satpol PP yang terus melakukan pengawasan hingga sore hari.

“Gerakan Depok Bermasker ini kami inisiasi melihat kenyataan di lapangan ternyata banyak warga yang abai dengan aturan protokol kesehatan untuk mengenakan masker. Untuk itu sebagai bentuk penguatan bermasker maka kami kampanyekan Gerakan Depok Bermasker. Kita semua harus sadar bahwa pandemi ini belum berakhir,” ujar Lienda kepada SP di Depok, Jawa Barat, Senin (20/7/2020).

Lebih lanjut diungkap Lienda, mereka yang tak mengenakan masker mengemukakan beragam alasan. Ada yang membawa masker tapi tidak dipakai, ada yang membawa masker tapi dipelorotkan hingga ke dagu, dan ada yang benar-benar tidak memakai dan tidak membawa masker. Untuk yang tidak membawa masker, Satpol PP memberikan masker untuk dipakai.

“Kami menyayangkan mereka yang tak mau memakai masker ini sangat kami sayangkan. Harusnya mereka sadar bahwa mereka ini keluar rumah apalagi jika mereka ke tempat fasilitas umum. Kesadaran warga harus ditingkatkan,” tutur Lienda.

Kasatpol PP memaparkan, mulai tanggal 23 Juli, Pemkot Depok menerapkan denda bagi orang yang tidak memakai masker akan dikenakan denda sebesar Rp 50.000 hingga Rp 250.000 bergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease Kota Depok.

“Untuk Jawa Barat mulai pada tanggal 27 Juli. Nanti ada e-tilang nya. Kalau kami di tingkat kota sudah akan kami mulai tanggal 23 Juli. Tingkat pelanggaran disesuaikan di lapangan karena ini tidak hanya menyangkut pakai atau tidak pakai masker tapi juga menyeluruh protokol kesehatan,” tegas Lienda.

Warga Kecamatan Pancoran Mas, Astri Ratbiyanti menyetujui adanya denda yang diterapkan bagi mereka yang tak mengenakan masker. “Saya pribadi setuju sekali. Biar pada disiplin. Apalagi penyebaran virus corona juga masih tinggi. Masyarakat harus ditertibkan demi kesehatan dan keselamatan bersama,” kata ibu satu anak ini.¬†

Berita terkait: