Dalam 4 Hari, Polri Tindak 452.000 Pelanggar Protokol Kesehatan

– Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan selama empat hari pelaksanaan Operasi Yustisi, 14-17 September 2020, dalam penerapan PSBB, aparat kepolisian berhasil menindak 452.869 pelanggar protokol kesehatan di 30.465 titik lokasi.

“Jadi sejak 14 sampai 17 September kita sudah melakukan penindakan-penindakan dengan sasaran 452.869 orang. Itu kemudian ada 30.465 lokasi,” kata Gatot Eddy Pramono dalam dalam dalam konferensi pers secara virtual terkait Penanganan Covid-19 di 8 Provinsi, Jumat (18/9/2020).

Dari penindakan pelanggaran tersebut, Gatot merincikan ada sebanyak 379.178 pelanggar yang mendapatkan teguran lisan. Lalu ada sebanyak 56.550 pelanggar yang mendapatkan teguran tertulis.

BACA JUGA

4 Hari Operasi Yustisi, 22.801 Pelanggar Terkena Sanksi

Kemudian ada 63 penutupan tempat usaha serta 16.692 orang yang berikan saksi lainnya. Sedangkan jumlah denda uang yang didapat dari Operasi Yustisi sebanyak Rp 365.135.000.

“Operasi ini merupakan gabungan dari TNI, Polri dan Pemda dibantu Kejaksaan dan Pengadilan Negeri. Dalam operasi yustisi ini, Polri melibatkan 50.000 personel. Dengan dua pola operasi yaitu bersifat stasioner dan mobile,” terang Gatot Eddy Pramono.

Dijelaskannya, pola operasi stasioner dilaksanakan dengan menempatkan anggota-anggota gabungan, yaitu TNI, Polri dan Satpol PP dengan membawa papan Operasi Yustisi di jalan-jalan, dengan tujuan agar masyarakat bisa patuh terhadap penggunaan masker.

“Apabila ada yang melanggar tentunya kita melakukan tindakan sesuai dengan masalah yang mereka lakukan,” ujar Gatot Eddy Pramono.

BACA JUGA

Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Sumut Jaring Lebih dari 5.000 Orang

Dalam pelaksanaan metode mobile , pihaknya membentuk Tim Pemburu Pelanggar Masker. Menurut Gatot, pembentukan tim ini adalah inovasi yang dilakukan untuk menyasar tempat-tempat yang dijadikan pusat keramaian.

“Ini kita melaksanakan kegiatan mobile dan membuat suatu inovasi yaitu tim pemburu pelanggar Covid-19 ini. Sasarannya adalah tempat kerumunan orang, rumah makan, dan tempat lainnya,” jelas Gatot Eddy Pramono.

Berita terkait: