Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Pertimbangannya

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah telah menyepakati dan menetapkan tentang perubahan cuti bersama 2021. Pemerintah memangkas cuti bersama dari tujuh menjadi dua hari. Pertimbangannya, agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat.

Kesepakatan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, dan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 yang dihadiri Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kemag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker, Asops Kapolri, dan Pejabat Eselon 1 K/L terkait.

BACA JUGA

Dipotong, Cuti Bersama 2021 Jadi Tersisa Dua Hari

“Dalam SKB sebelumnya terdapat tujuh hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula tujuh hari menjadi hanya tinggal dua hari saja” ujar Muhadjir, Senin (22/2/2021).

Pertimbangan mengapa masih diberikan satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri dan satu hari menjelang Natal, agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat.

“Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya,” imbuh Muhadjir.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa alasan pengurangan libur, yakni kurva peningkatan Covid-19 belum melandai meski berbagai upaya sudah dilakukan. Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu program vaksinasi sedang berjalan.

“Oleh karena itu, pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat,” katanya.

Pemerintah juga tetap mengimbau agar masyarakat menjalankan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) protokol kesehatan dan berusaha bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19.

Cuti bersama 2021 yang dipangkas:
– 12 Maret cuti bersama Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
– 17, 18, dan 19 Mei cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah
– 27 Desember cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal 2021

Cuti bersama yang tetap:
– 12 Mei cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah
– 25 Desember cuti bersama Raya Natal 2021

Berita terkait: