Cuaca Buruk, Tim SAR Gabungan Belum Dapatkan CVR Sriwijaya Air PK-CLC

Kondisi cuaca buruk dan ekstrem yang melanda wilayah perairan Kepulauan Seribu di titik koordinat last known position (LKP) kecelakaan pesawat Sriwijaya Air PK-CLC SJ-182 membuat tim SAR gabungan belum berhasil mendapatkan CVR ( cockpit voice recorder ) di hari ke-5 operasi pencarian pada Rabu (13/1/2021).

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menyebutkan meskipun sempat terkendala cuaca buruk di Last Know Position (LKP), operasi SAR dilanjutkan setelah kondisi cuaca berangsur-angsur membaik.

Ia menyebutkan tim penyelam gabungan berhasil mendapatkan obyek pencarian dengan rincian 2 kantong human body remains (potongan tubuh korban), 5 kantong serpihan kecil pesawat, dan 2 kantong potongan besar bagian pesawat.

BACA JUGA

65 Kantong Jenazah dan 12 Kantong Serpihan Sriwijaya Air PK-LCL Ditemukan Hari Ini

Tambahan temuan obyek pencarian tersebut diserahkan ke Posko Terpadu oleh komandan kapal, masing-masing kapal KPLP, kapal Bakamla, dan KRI Parang kepada SAR Mission Coordinator (SMC) Brigjen TNI (Mar) Rasman MS, Rabu (13/1/2021) sore.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan, meskipun cuaca hari ini kurang bagus, namun di lapangan, mereka tetap bekerja dengan penuh semangat,” ujar Bagus Puruhito di Posko Terpadu Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (13/1/2021).

Hingga saat ini, obyek pencarian yang telah dilakukan verifikasi tim DVI Polri dan KNKT yakni 141 kantong potongan jenazah penumpang ( human body remains ), 31 kantong serpihan kecil pesawat, 28 kantong potongan besar, dan 1 bagian black box flight data recorder (FDR).

Seluruh human body remain telah dibawa oleh tim DVI ke RS Polri Kramatjati, sedangkan serpihan kecil dan potongan besar pesawat diserahkan kepada tim KNKT untuk diproses lebih lanjut.

BACA JUGA

Tim DVI RS Polri Terima 112 Sampel DNA dan 137 Kantong Jenazah Sriwijaya Air

Terkait rencana operasi SAR hari ke-6 pada Kamis (14/1/2021), Bagus Puruhito menyebutkan fokus pencarian tetap pada human body remain, VCR, dan bagian pesawat.

“Pencarian diperluas, sampai ke pesisir pantai, mengingat penyebaran obyek pencarian di permukaan begitu masif. Namun, untuk VCR kita persempit dengan tambahan armada Kapal Baruna Jaya IV dari BPPT,” tandas Bagus Puruhito.

Berita terkait: