CORE Indonesia: Perlu Ada Pembuktian Efektifitas UU Cipta Kerja

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyampaikan perlu ada pembuktian terlebih dahulu terkait efektifitas Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Menurutnya, terlalu dini untuk menilai bahwa Undang-Undang Cipta Kerja dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Pasalnya, tanpa keberadaan UU Cipta Kerja, dalam empat tahun terakhir, nilai investasi yang masuk ke Indonesia meningkat dan bahkan lebih baik dibandingkan Vietnam.

“Dalam pernyataannya, Bank Dunia mengatakan bahwa UU ini terbuka untuk bisnis dan dapat menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia. Yang perlu diketahui bahwa dalam empat tahun terakhir (2016-2019), justru secara nominal nilai investasi asing ke Indonesia meningkat. Bahkan secara nominal, nilai investasi yang masuk masih lebih baik dibandingkan Vietnam. Artinya sebelum adanya UU ini, Indonesia masih menarik bagi investor asing,” kata Yusuf Rendy, kepada , Jumat (16/10/2020).

Di sisi lain, studi menunjukkan bahwa pelonggaran regulasi tidaklah cukup. Menurut Rendy, investasi perlu didorong oleh hal lain seperti misalnya pembangunan SDM yang cakap, aspek institusional seperti stabilitas politik dan sosial.

“Khusus untuk poin terakhir, ini menjadi ironi, manakala UU ini disahkan justru gelombang protes bermunculan, yang menjadikan potensi goyangnya stabilitas politik dan sosial di dalam negeri,” ujar Rendy.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P Roeslani, justru mengaku sangat sepakat dengan penilaian Bank Dunia bahwa Undang-Undang Cipta Kerja dapat menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung pemulihan ekonomi.

Menurut Rosan, banyak permasalahan di Indonesia yang harus diselesaikan, seperti obesitas regulasi, tumpang tindih aturan, konsistensi kebijakan pemerintah yang suka berubah-ubah, biaya logistik, perpajakan, sehingga ini menjadikan ekonomi biaya mahal.

Dia menambahkan, Omnibus Law UU Cipta Kerja akan menjawab hal-hal yang menjadi hambatan sejak dulu, sehingga harapannya iklim investasi di Indonesia bisa lebih baik, sehingga pada akhirnya akan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja.

Berita terkait: