CEK FAKTA: Ada Acara Peragaan Busana Toleransi Antarumat Beragama?

– Beredar narasi yang menyebutkan digelarnya sebuah acara peragaan busana toleransi antar umat beragama .

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Mas AU. Akun tersebut mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan seorang biarawati melintasi karpet merah .

Aksi biarawati berjalan di atas karpet merah itu tampak disaksikan oleh ratusan orang yang berada di pinggir karpet merah.

Akun tersebut juga mengunggah narasi sebagai berikut:

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mayat Bertumpuk Akibat Covid-19, Satu Menghisap Rokok?

” Peragaan busana telornasi antarumat beragama” .

Benarkah klaim tersebut?

Fakta peragaan busana toleransi antarumat beragama (Turnbackhoax.id)
Fakta peragaan busana toleransi antarumat beragama (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id — jaringan Rabu (7/4/2021), klaim yang menyebut peragaan busana toleransi antarumat beragama adalah klaim yang salah.

Setelah ditelusuri, foto yang diunggah tersebut diambil saat dua biarawati Katolik menghadiri undangan acara Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karni, Senayan, Jakarta pada Minggu (27/1/2019).

Baca Juga: CEK FAKTA: Presiden Boleh ke Pesta Artis Sementara Hajatan Warga Digusur?

Acara tersebut bukanlah acara peragaan busana toleransi antarumat beragama seperti yang dinarasikan oleh akun Facebook.

Fakta peragaan busana toleransi antarumat beragama (Turnbackhoax.id)
Fakta peragaan busana toleransi antarumat beragama (Turnbackhoax.id)

Muslimat NU menggelar Harlah ke-73 di GBK dengan mengangkat tema Khidmah Muslimat NU, jaga aswaja, teguhkan bangsa.

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan ribu warga NU dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa menteri hingga duta besar negara sahabat juga turut hadir dalam acara tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut ada peragaan busana toleransi antarumat beragama adalah klaim yang keliru.

Klaim tersebut merupakan klaim hoaks yang masuk dalam kategori konten yang salah.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini . Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@

Berita terkait: