Cegah Perpecahan, Kasepuhan Kesti TTKKDH Banten Tolak Digelarnya Mubes

Para Kasepuhan Kebudayaan Seni tari dan Silat Indonesia Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) Provinsi Banten menegaskan kesiapan merawat dan menjaga warisan leluhur TTKKDH yang didirikan tahun 1952 di bawah kepemimpinan H Muslich Karim dan penerus.

Kesti TTKKDH juga mengimbau warga TTKKDH agar kembali ke khitah 1952 serta tetap loyal dan melestarikan dan mengembangkan TTKKDH di wilayah Banten khususnya.

“Untuk itu kami menolak rencana musyawarah besar (Mubes) ke V yang akan diselenggarakan Sabtu (20/2/2021) di Hotel Ledian, Serang. Kami para kasepuhan Kesti TTKKDH dengan didasari keprihatinan dalam melihat perkembangan yang terjadi. Dimana sangat berpotensi terjadinya perpecahan serta terputusnya tali silaturahhmi antar sesama anggota yang didasari sumpah dan talek ,” ungkap Abah Uus sebagai Dewan Kasepuhan Wilayah Lebak dalam siaran pers, Jumat (19/2/2021).

Tak hanya melakukan penolakan para kasepuhan juga memberikan imbauan kepada masyarakat luar dan melakukan audiensi dengan aparat keamanan guna menjaga stabilitas dan keamanan warga Banten.

“Kami sudah melakukan audiensi dengan AKBP Agus Rasyid di Polda Banten, kami berharap jika ada kelompok yang mengatasnamakan TTKKDH, baik berbentuk perkumpulan atau yayasan. Kami meminta aparat baik TNI maupun Polri bisa memediasi adanya rekonsiliasi,” ujar Nasir Muslich selaku kasepuhan sekaligus anak pendiri Kesti TTKKDH.

Penolakan ini dikatakan Nasir, bedasarkan kesadaran dari kasepuhan. “Bila ada yang mengatakan aksi kami ini ditunggangi, maka kami pastikan itu tidak benar dan kami meminta jangan ada pihak yang mencoba mempolitisasi gerakan yang sedang kami lakukan sekarang,” tambahnya.

Berita terkait: