Cegah Penularan Covid-19, Gubernur Sumut Minta Pengawasan Objek Wisata Diperketat

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta para bupati dan wali kota di wilayahnya supaya memperketat jalur masuk lokasi wisata dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah wisata.

Edy Rahmayadi yang juga ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut mengingatkan kepala daerah karena kasus penyebaran virus corona yang masih berkembang di beberapa kabupaten/kota, salah satu penyebabnya adalah tertular dari para pengunjung wisata atau para pendatang baru di wilayah itu.

“Seperti penyebaran virus corona di lokasi pariwisata Danau Toba di Kabupaten Samosir dan Kepulauan Nias, kasus ini muncul dan langsung menyebar yang sumber penularannya dari warga pendatang,” ujar Edy Rahmayadi, Minggu (18/10/2020).

Mantan Pangkostrad ini menyampaikan, pengetatan di pintu masuk lokasi pariwisata sudah dilakukan. Satgas memeriksa suhu tubuh seriap wisatawan yang berdatangan dari berbagai daerah.

“Wisatawan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yakni, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) dan tidak melakukan kerumunan saat sedang berada di lokasi wisata,” jelasnya.

BACA JUGA

Satgas Covid-19 Ultimatum Pengusaha Hiburan Malam di Sumut

Ditambahkan, setiap daerah juga harus terus mengedukasi masyarakat atas pentingnya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Selain itu, lokasi isolasi juga disediakan untuk orang yang terpapar.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Aris Yudhariansyah menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 di Sumut, masih dapat dikendalikan. Angka kesembuhan sudah mencapai 9.497 orang dari jumlah kasus sebanyak 11.861 orang.

“Penambahan kasus positif masih terjadi berdasarkan hasil tracing petugas kesehatan. Petugas dari dinas kesehatan bersama dengan pihak puskesmas langsung mengambil spesimen warga saat hasil laboratorium keluar,” ujarnya.

Untuk jumlah korban meninggal dunia akibat terpapar virus corona sebanyak 497 orang. Seluruh korban meninggal dunia ini juga memiliki riwayat penyakit sebelum terpapar di tengah pandemi Covid-19.

“Upaya 3M ini penting dilakukan masyarakat untuk melindungi diri, keluarga maupun orang sekitar dari bahaya pandemi. Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan ini maka mempercepat pemerintah mengakhiri pandemi ini,” sebutnya.

Berita terkait: