Catherine Wilson Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Artis Catherine Wilson hingga kini masih mendekam di tahanan Narkoba Polda Metro Jaya terkait kasus kepemilikan narkotika yang menjeratnya. Namun begitu lewat keluarga dan pengacaranya, wanita kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981 telah mengajukan permohonan rehabilitasi.

“Memang benar bahwa keluarga yang bersangkutan melalui pengacaranya sudah mengajukan untuk rehabilitasi. Itu kan hak yang bersangkutan ya silahkan saja,” tutur┬áKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam keterangan persnya, Senin (20/7/2020).

Polda Metro masih akan menunggu keputusan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) terkait permohonan rehabilitasi yang diajukannya.

“Yang mengetahui semua BNNK. Dia mengajukan, apakah nanti diberikan oleh BNNK sesuai dengan syarat yang ada silakan saja tidak masalah. Namun begitu, penyidik kini mencoba merampungkan penyidikan kasus Catherine. Apapun keputusan BNNK, proses hukum akan tetap berjalan,” tandasnya.

Sementara itu, Randy selaku Manager Catherine Wilson menyatakan bahwa pihaknya akan tetap mengikuti proses hukum terkait kasus narkotika yang menjerat sang artis.

“Saya sudah membesuknya kemarin, kondisinya sehat. Kemarin dia juga enggak titip pesan apa-apa namun dia bilang akan mengikuti semua prosedur hukum yang berlaku karena dia mengaku bersalah,” tandasnya.

Catherine Wilson sendiri ditangkap di rumahnya di kawasan Pangkalanjati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020) pukul 10.00 WIB oleh petugas dari Direktorat Kriminal dan Narkoba Polda Metro Jaya. Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua klip narkotika jenis sabu seberat 0,43 dan 0,66 gram di dalam tas milik Catherine Wilson, serta alat hisap sabu atau bong, dan juga handphone.

Tak hanya mengamankan Catherine, petugas juga mengamankan petugas keamanan di kediaman Catherine berinisial J yang dalam pemeriksaan merupakan orang yang disuruh untuk membeli paket narkoba olehnya. Dalam kasusnya, Catherine Wilson diganjar dengan pasal 114 dan 112 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Berita terkait: