Candra Wahyu, Jebolan The Master yang Sukses Jadi Pebisnis

Acara reality show yang tayang di televisi, The Master cukup berhasil mencuri perhatian. Acara yang menampilkan persaingan para pesulap sebagai peserta, sukses melahirkan para pesulap yang terkenal dan bahkan masih eksis hingga saat ini. Beragam aliran sulap banyak ditampilkan oleh peserta, mulai dari classic, illusionist, mentalis, hingga fakir.

Candra Wahyu Pramono, salah satu jebolan The Master, memang nasibnya tidak seberuntung peserta lain seperti Joe Sandy, Limbat, Denny Darko, Cosmo, dan Oge Arthemus. Ia gagal menampilkan yang terbaik. Namun, dia kini sukses menjadi seorang pembisnis di bidang vaporizer.

“Di usia 17 tahun saya merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Basic saya sebetulnya bukan pesulap, keluarga besar saya seniman di bidang musik,” ujar Candra.

Awal di Jakarta, Candra bekerja di bidang kuliner. Karena kekagumannya terhadap seorang mentalist Indonesia Deddy Corbuzer, dia mempelajari sulap melalui buku Book of Magic.

” Book of Magic buku yang ditulis oleh Deddy Corbuzer berisikan tentang seni magic atau sulap. Lebih dari setahun saya terus mempelajari buku ini. Tahun 2008 saya memberanikan diri mendapat pada ajang pencarian bakat magician The Master di salah satu TV swasta nasional dengan menggunakan nama panggung Azkaniocanz,” katanya.

Kemudian, pada 2010, Candra bergabung dengan Darko Enterprise. Dia hanya bertahan tiga tahun. Namun, sebelumnya, dia sempat membantu beberapa pertunjukan magician-magician papan atas lainya, seperti Rhomedal Aquino, dan Limbad.

“Tahun 2014 saya memutuskan untuk berhenti dari dunia magic, mencoba sebuah wirausaha atau berdagang online shop, karena sedang ramai waktu itu. saya banyak belajar wirausaha di youtube karena banyak ilmu yang disajikan lewat youtube” ungkap pemuda kelahiran Semarang, 15 November 1990 ini.

Panda Collection, toko daring pertama miliknya, Candra mencoba mengedukasi tentang dunia vaporizer melalui channel youtube miliknya.

“Saya melihat platform youtube yang berkembang pesat kala itu. Namun, bahasan untuk vaporizer sangat minim sekali. Saya berpikir bagaimana caranya orang-orang tahu saya menjual produk di era milenial ini, karena orang perlu diedukasi dengan hal yang baru ini. Vaporizer channel youtube saya yang semula bernamakan Panda Collection berubah menjadi Panda Vapestore,” kata Candra.

Konsisten dalam membuat video tutorial, unboxing, review maupun tips dari dunia vaporizer, pada 2019 Candra menerima penghargaan Silver Play Button dari youtube. Dia diakui sebagai seorang youtuber atau content creator youtube Indonesia.

“Dengan perhargaan Silver Play Button itu, saya makin banyak dikenal oleh netizen melalui Instagram @Azkaniopanda, Youtube Panda Vapestore, dan usaha saya terus berkembang,” pungkasnya

Berita terkait: