Calon Kapolri Komjen Listyo Lewati 4 Angkatan, Salip Jenderal Senior Lulusan Terbaik

Presiden Joko Widodo telah mengirim surat terkait calon Kapolri ke DPR. Mengingat Jenderal Idham Azis telah masuk masa pensiun. Dalam surat tersebut, Jokowi menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri .

Jokowi mengutus Mensesneg Pratikno untuk mengantarkan surat tersebut langsung ke parlemen kemarin. Pratikno datang ke parlemen sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangannya disambut oleh Sekjen DPR dan langsung pergi menemui pimpinan DPR di Gedung Nusantara III.

Simak ulasan informasinya berikut ini.

Jalani Uji Kelayakan

Usai menerima surat Presiden, konferensi pers pun dilaksanakan. Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin membenarkan isi surat Jokowi tertulis nama Komjen Listyo Sigit. Dalam konferensi pers juga, Ketua DPR RI Puan Maharani mengumumkan Presiden Joko Widodo ajukan calon tunggal Kapolri yakni Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo.

“Pada hari ini surpres telah kami terima dari bapak Presiden yang mana bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat kapolri yang akan datang dengan nama tunggal yaitu bapak Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjadi Kabareskrim,” ujar Puan di DPR, Jakarta , Rabu (13/1).

Lebih lanjut, Puan menjelaskan usai surat diterima maka akan diproses dalam kurun waktu 20 hari ke depan. Listyo akan menjalani uji kelayakan serta kepatutan di Komisi III. Setelahnya, nama Listyo akan dibawa ke rapat paripurna untuk mengetahui para dewan menyetujuinya atau tidak.

jokowi hadiri hut pdip ke 48©2021 Foto: Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden

“Proses akan ditempuh 20 hari sejak surpres diterima oleh DPR yaitu hari ini rabu 13 Januari 2021. Hasil uji kelayakan akan kita bawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan dewan,” kata Puan.

Pergantian Kapolri ini adalah sebagai bentuk mengikuti siklus masa jabatan yang telah berakhir. Dengan demikian perlu diangkat Kapolri yang baru. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI, bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden dengan persetujuan DPR RI.

Harus Memenuhi Syarat

Puan menjelaskan, dalam memberikan pendapat atas usulan Presiden, DPR RI akan memperhatikan sejumlah aspek serta dimensi. Di mana mampu memberikan keyakinan jika Kapolri yang diusulkan memenuhi persyaratan. Persyaratan itu berupa syarat administratif, kompetensi, profesionalitas, dan komitmen dalam mengawal Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Selanjutnya, proses pemberian persetujuan akan dilakukan sesuai mekanisme internal DPR,” lanjut Puan.

dpr gelar rapat paripurna

©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Mekanisme internal DPR yang dimaksud yakni dengan Rapat Pimpinan terlebih dahulu, Rapat Badan Musyawarah, pemberitahuan tentang masuknya Surat Presiden tentang Pencalonan Kapolri serta penugasan Komisi terkait yaitu Komisi III untuk melakukan fit and proper test.

“Proses ini akan ditempuh selama 20 (dua puluh) hari, terhitung sejak tanggal surat Presiden diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat,” sambung Puan.

Salip Jenderal Senior Lulusan Terbaik

Listyo mampu melewati 4 angkatan atau para jenderal senior lulusan terbaik. Seperti yang diketahui, Kompolnas sebelumnya merekomendasikan lima nama calon Kapolri kepada presiden. Mereka adalah Komjen Gatot Eddy Pramono, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Boy Rafli Amar, Komjen Arief Sulistyanto dan Komjen Agus Andrianto.

sulistyanto

©2018 Liputan6.com

Kapolri Jenderal Idham Azis sendiri merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1988. Satu tingkat di atas Idham, masih ada nama Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto yang sebelumnya juga masuk bursa calon Kapolri. Mantan Kapolda Kalimantan Barat itu lulusan angkatan tahun 1987. Dia juga satu leting dengan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian.

Adapun tiga Jenderal lulusan terbaik yang disalip oleh Listyo yakni:
1. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Kabaintelkan) Komjen Rycko Amelza Dahniel (1988)
2. Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri (1989)
3. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Herry Rudolf Nahak (1990)

Jejak Karier Listyo Sigit

Listyo Sigit Prabowo merupakan lulusan Akademi Polisi atau Akpol pada tahun 1991. Jenderal bintang tiga ini juga lulusan S2 di Universitas Indonesia. Tesis yang diambilnya kala itu yakni tentang penanganan konflik etnis di Kalijodo. Kariernya terbilang cukup bagus. Pada tahun 2009, Listyo menjabat sebagai Kapolres Pati. Pada tahun 2010, Listyo lantas menjabat sebagai Kapolres Sukoharjo.

Listyo juga pernah menjadi Wakapoltabes Semarang dan Kapolresta Surakarta pada tahun 2011. Kemudian pada 2012, Listyo Sigit Prabowo dirotasi ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Pada Mei 2013, ia lantas bertugas di Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

kabareskrim polri komjen listyo sigit prabowo

©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Pria kelahiran Ambon, Maluku pada 5 Mei 1969 ini rupanya pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi. Tepatnya pada 27 Oktober 2014, Irjen Listyo Sigit Prabowo ditunjuk sebagai ajudan Jokowi. Pada tahun 2016, Listyo Sigit menjadi seorang jenderal bintang satu sebagai Kapolda Banten.

Sejak 13 Agustus 2018, Listyo Sigit Prabowo pindah ke Mabes Polri serta menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Posisi baru ini membuat pangkat Listyo Sigit Prabowo naik menjadi Irjen atau jenderal bintang dua.

Setelah setahun lebih di Divisi Profesi dan Pengamanan, kini Listyo Sigit Prabowo mendapat promosi jabatan menjadi Kabareskrim. Dia mendapat tambahan satu bintang menjadi Komjen dalam kepangkatannya.

Berita terkait: