Bursa Asia Menguat di Tengah Data Klaim Pengangguran AS

Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8/2020). Bursa Korea Selatan bangkit dari penurunan Kamis menyusul Kospi naik 1,34 persen menjadi ditutup 2.304,59. Kinerja saham-saham di negara itu mengalami minggu yang fluktuatif karena lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini.

Bursa saham Tiongkok naik. Indeks Komposit Shanghai menguat 0,5 persen menjadi 3.380,68, sedangkan komponen Shenzhen melonjak 1,179 persen menjadi 13.478. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,3 persen pada akhir perdagangannya.

Di Jepang, Nikkei 225 ditutup naik 0,17 persen menjadi 22.920,30, sedangkan indeks Topix bertambah 0,3 persen menjadi 1.604.06. S&P/ASX 200 Australia ditutup naik 0,14 persen ke 6.111,20. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang naik 0,96 persen.

BACA JUGA

Ikuti Pergerakan Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/8/2020) mengatakan bahwa klaim pengangguran mingguan awal mencapai atas 1 juta, atau lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones sebesar 923.000. Namun klaim pengangguran yang berkelanjutan terus turun. 

Menyoroti penurunan klaim pengangguran yang berkelanjutan, analis UOB Private Bank Francis Tan kepada CNBC “Street Signs” Jumat mengatakan bahwa angka tersebut telah “diabaikan.” Dia menambahkan bahwa investor harus melihat perubahan harian situasi virus untuk menentukan arah ekonomi.

“Saya pikir ke depannya, klaim pengangguran awal harus turun di bawah 1 juta lagi,” kata Tan mengutip faktor-faktor seperti peningkatan kasus corona di wilayah selatan AS yang berkontribusi banyak pada kasus Covid-19.

Sementara saham Alibaba yang tercatat di Hong Kong kembali turun 0,31 persen meskipun raksasa teknologi Tiongkok itu mengalami peningkatan pendapatan 34 persen pada kuartal yang berakhir 30 Juni.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 92,635 setelah di bawah 92,4 pada awal minggu perdagangan.

Sementara harga minyak melemah pada sore ini di perdagangan Asia. Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,2 persen ke US$ 44,81 per barel dan minyak mentah berjangka AS naik 0,37 persen ke US$ 42,66 per barel.

Berita terkait: