Buku Ginandjar Kartasasmita “Reinventing Indonesia, Menata Ulang Bangsa” Diluncurkan

– Profesor Ginandjar Kartasasmita meluncurkan buku karyanya “Reinventing Indonesia, Menata Ulang Bangsa”. Buku tersebut mengungkap pengalaman Ginandjar sebagai salah satu pelaku utama di balik kebijakan ekonomi mengatasi krisis ekonomi 1998.

Peluncuran buku yang dirangkai dengan diskusi secara virtual dilaksanakan di Beritasatu Plaza, Rabu (23/9/2020). Dalam diskusi, selain Ginandjar, tampil sebagai pembicara Profesor Toto Pranoto dari Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Salim Said, serta Profesor Timothy Buehrer dari Asia Pacific for Security Studies.

Ginandjar menuturkan, buka Reinventing Indonesia berawal dari proyek yang dikerjakannya saat diundang Profesor Jeffrey Sachs menjadi fellow di Harvard University selama setahun. “Saat itu ada proyek penulisan mengenai krisis ekonomi di Asia, khususnya di Indonesia. Setelah saya tulis, kemudian dimuat di jurnal Harvard,” jelas mantan menko ekuin saat krisis ekonomi 1998 terjadi tersebut.

Tak berhenti di situ, Ginandjar berlanjut di Harvard sebagai visiting scholar . Pada kesempatan itu, dia melengkapi jurnalnya bersama Profesor Joseph Stern dari Harvard yang menjadi penasihat tim ekonomi pemerintah Indonesia saat itu, dan menuangkannya menjadi sebuah buku. “Sekarang Joseph Stern sudah meninggal, tapi ada rekannya Timothy yang melanjutkan dan ikut berkontribusi dalam buku ini,” jelasnya.

Proyek penulisan buku selesai pada 2001, namun baru dipublikasikan oleh World Scientific Publication Singapura. “Sesudah itu pun tidak segera selesai, sempat tertunda karena untuk mencakup proses-proses prakrisis, termasuk proses pemilihan presiden baru yang demokratis. Baru buku ini diterbitkan di luar negeri,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Toto Pranoto menilai, buku karya Ginandjar Kartasasmita tersebut sangat menarik dan penting karena memberi gambaran yang jelas situasi-situasi kritis yang pernah dialami banga Indonesia. “Terutama krisis ekonomi sampai transisi ke Presiden BJ Habibie, digambarkan secara jelas dan detail, dan itu ditulis pelaku sejarahnya secara langsung,” katanya.

Menurut Toto, penerbitan buku ini sangat tepat dengan momentum ancaman krisis yang kembali dihadapi Indonesia akibat pandemi Covid-19. “Sekarang kita mengalami kembali krisis yang mungkin lebih dahsyat. Di sini pentingnya bagaimana pengalaman birokrasi pemerintah dan teknokrasi mengatasi salah satu krisis yang pernah terjadi dan bagaimana pemulihan yang dilakukan. Saya kira ini cerita yang bermanfaat di mana kita bisa ambil beberapa hal positif agar relevan dengan bagaimana penanganan krisis terkait pandemi Covid saat ini,” ungkapnya.

Berita terkait: