Budayawan: Lawan Radikalisme, Gali Nilai yang Ditanamkan Leluhur Bangsa

Budayawan Ngatawi Al Zastrouw mengatakan, masyarakat harus membangun aliansi antinarasi radikal dengan memperkuat konter narasi dan menyuburkannya di ruang-ruang publik.

Ngatawi meminta masyarakat memperkuat diri dengan cara menggali dan mengeksplorasi nilai-nilai yang ditanamkan leluhur bangsa.

“Hal ini pada dasarnya watak dari konstruksi budaya tradisi Nusantara itu adalah tradisi integratif dan harmoni. Hal inilah yang membuat kita bisa bertahan sampai sekarang ini. Nah, dari harmoni dan integrasi inilah yang sebetulnya bisa menyebabkan resiliensi, daya lenting, daya suspensif dari masyarakat kita agar terhindar dari narasi-narasi radikal,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Namun demikian, menurut dia, agar masyarakat dapat membuat konter narasi terhadap narasi-narasi radikalisme ataupun narasi intoleransi, maka masyarakat harus memperkuat khazanah dan contohnya, baik perspektif yang hidup dalam tradisi, maupun dalam sistem nilai yang berkembang di masyarakat.

Dosen pascasarjana dari Universitas Nahdatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta ini menilai, selama ini yang menjadi penyebab suburnya narasi radikal dan tindakan anarkis karena mereka yang suka menyebarkan narasi radikal sudah menguasai ruang media.

“Ini dikarenakan ruang media itu tidak ada yang bisa mengontrol, sehingga mereka ini sangat produktif dalam memproduksi narasi radikal tersebut. Akhirnya seolah-olah menjadi subur. Karena hampir tiap hari dia (kelompok radikal) mengisi ruang itu,” ujar alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Oleh karena itu, supaya kelompok tersebut tidak kelihatan subur, dia meminta masyarakat yang punya kepedulian melawan mereka, mengembangkan narasi-narasi positif. Orang yang bisa mengonter hal itu sebenarnya banyak sekali di masyarakat.

“Kita kelihatan tidak subur itu bukannya tidak ada, tetapi kita tidak membiasakan diri untuk mengarusutamakan melalui media sosial dari gagasan-gagasan positif. Saya melihat salah satunya Duta Damai Dunia Maya BNPT itu bisa berperan serta memberikan konter narasi melalui media sosial dan bahkan harus mengajak masyarakat untuk turut berperan serta,” kata mantan asisten pribadi Presiden ke-4 RI Gus Dur itu.

Berita terkait: