BSI gandeng Bukalapak dorong digitalisasi penjualan UMKM

BSI Hasanah Card sebagai kartu pembiayaan dapat digunakan sebagai salah satu fasilitas smart finansial untuk para milenial dan para pelaku usaha UMKM Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menggandeng e-commerce Bukalapak untuk mendukung penjualan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat platform digital melalui produk BSI Hasanah Card.

“Hadirnya BSI Hasanah Card diharapkan dapat menjadi partner dalam berwirausaha untuk mengelola keuangan secara cermat, tepat, digital dan sesuai syariah. Ini kami hadirkan melalui layanan dan fitur financial planning yang melengkapi kebutuhan para pelaku usaha,” ujar Head of Card Business Group Bank Syariah Indonesia, Rima Dwi Permatasari dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Melalui dukungan tersebut, kata Rima, diharapkan dapat menumbuhkan daya beli dan minat masyarakat terhadap produk UMKM Indonesia melalui program Bangga Buatan Indonesia.

“BSI Hasanah Card sebagai kartu pembiayaan dapat digunakan sebagai salah satu fasilitas smart finansial untuk para milenial dan para pelaku usaha UMKM,” katanya.

Community Development Lead Bukalapak Jodi Salahudin Akbar menyambut baik sinergi seluruh pihak untuk bersinergi bersama membangun industri UMKM di Indonesia melalui platform digital.

“Kami berharap kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia menjadi langkah yang tepat untuk bersama bangkitkan ekonomi UMKM dengan prinsip-prinsip syariah. Bukalapak telah berdiri sejak 10 tahun yang memiliki 5,5 juta merchant, 3,3 juta warung dan agen yang tersebar di 142 kota sebagai komunitas pelapak,” jelas Jodi.

Sebagai wujud kerjasama tersebut, BSI menawarkan promo spesial Ramadan BSI Hasanah Card X Bukalapak yaitu potongan hingga Rp50 ribu dengan minimum transaksi Rp150 ribu untuk produk-produk UMKM Bangga Buatan Indonesia yang berlaku mulai 14-30 April 2021.

BSI Hasanah Card juga menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelaku UMKM, yakni sebagai dana darurat ketika situasi tidak mendukung untuk pembayaran cash dan dapat digunakan di seluruh dunia karena bekerjasama dengan Mastercard.

Selain itu, fitur Smart Spending dapat mengubah transaksi menjadi cicilan hingga 24 bulan. Pengguna juga dapat mengalokasikan dana yang awalnya untuk membayar tagihan untuk kebutuhan lainnya, sehingga cashflow lebih terjaga.

Dengan adanya billing date (tanggal cetak) tagihan dan due date (tanggal jatuh tempo), pengguna BSI Hasanah Card juga dapat mengontrol pengeluaran serta memanfaatkan source of fund dari kartu untuk keperluan operasional usaha.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin berdonasi secara rutin dapat memanfaatkan fitur Smart Shadaqah, mulai dari Rp50 ribu sudah dapat berdonasi dan disalurkan ke LASIZ di nya BAZNAS, ACT, Rumah Zakat, dan Dompet Dhuafa.

Adapun hingga Maret 2021, jumlah kartu yang beredar lebih dari 370 ribu kartu dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp354 miliar. Sebaran transaksi tertinggi di kategori merchant groceries , e-commerce , department store , electronik & gadget, dan financial institutions .

Baca juga: Dukung industri halal, BSI fokus ke UMKM dan layanan digital
Baca juga: Perkuat bisnis cicil emas, BSI gaet Jamkrindo Syariah
Baca juga: Bukalapak dorong masyarakat investasi di tengah tren penguatan ekonomi
 

Berita terkait: