Broadway Group Ajak Pengusaha Milenial Majukan Ekonomi Digital

Wabah virus corona (Covid-19) telah menciptakan tantangan bisnis tersendiri bagi pengusaha bisnis kuliner, tak terkecuali Broadway Group, sebuah grup usaha yang bergerak di bidang bisnis leisure, food and beverage sejak tahun 2010.

Selama kebijakan PSBB berlaku, Broadway Group telah menutup sementara Ms Jackson dan Lei Lo, restoran dan cafe milik mereka. Bahkan setelah memasuki masa transisi, keputusan untuk tetap menutup usaha masih tetap dijalankan. Lalu, apa yang membuat Broadway Group menjalankan keputusan yang berbeda, di saat deretan restoran dan tempat makan lainnya telah kembali dibuka?

“Kami belum berencana membuka Ms Jackson hingga sebulan ke depan. Kami sadar, usaha kuliner konvensional paling merasakan dampak ekonomi dari pandemi ini. Namun, sebagai grup usaha yang dipimpin oleh milenial , semangat inovasi mengalir di darah kami. Era normal baru ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan gebrakan bisnis baru,” jelas CEO dari Broadway Group Jakarta, Vinnie Kinetica Rumbayan, dalam keterangannya, Senin (12/7/2020).

Selama beberapa tahun terakhir, food and beverage telah menjadi lini bisnis yang dijagokan Broadway Group di industri tanah air. Salah satunya adalah Ms Jackson, yang telah meraih penghargaan pemenang dari Paranoia Awards 2019 oleh Hardrock FM dalam kategori Bar of the Year .

Seharusnya, lanjut Vinnie, dengan kebijakan PSBB yang pemerintah terapkan, mampu memulihkan bisnis kuliner yang sempat terpuruk. Namun justru sebaliknya, tantangan bagi bisnis kuliner dinilai akan semakin besar. “Berdasarkan data survei dari Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), industri makanan-minuman yang penjualannya diperkirakan akan turun 20 persen hingga 40 persen,” tegas Vinnie.

Prediksi penurunan pertumbuhan bisnis kuliner ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah bagi industri restoran untuk mengurangi kapasitas sebanyak 50 persen pengunjung dari waktu sebelum masa pandemi Covid-19.

“Hal inilah yang menjadi titik balik bagi Broadway Group untuk mulai melirik kesempatan yang muncul setelah pandemi. Misal, inovasi digitalisasi model bisnis dalam menyambut new normal , bahkan merintis bisnis yang bergerak di bidang ekonomi digital ,” paparnya.

Vinnie mengaku keputusan ini juga diambil setelah melakukan banyak diskusi dan bertukar pikiran dengan gabungan pengusaha muda, terkait tantangan bagi pengusaha muda dalam menghadapi masa kenormalan baru ini.

“Sekarang adalah saatnya kami, Broadway Group untuk mengevaluasi dan mengolah kembali strategi bisnis kami untuk kedepannya. Sebagai pengusaha milenial , salah satu kelebihan kami adalah ketangkasan dan keberanian untuk beradaptasi dengan kondisi untuk terus bergerak maju dan tumbuh bersama masyarakat,” tandas Vinnie Kinetica.

Belum lama ini, Broadway Group mengadakan private gathering di Ms Jackson dengan mengangkat tema diskusi ‘ Breaking The New Normal, Millennials Navigates ‘ dalam menginisiasi aktivitas atau gerakan yang mampu mendorong dan mengimbau seluruh milenial , khususnya yang memiliki usaha/bisnis di bidang digital, agar mengambil kemudi untuk memajukan ekonomi digital di era normal baru.

Influencer dan pengusaha muda, Karin Novilda, yang ikut hadir dan mendukung kegiatan ini menyatakan, kebangkitan Indonesia pascapandemi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan saling membantu untuk sama-sama bangkit dari keterpurukan.

“Salah satu penggeraknya adalah kaum milenial . Oleh karena itu, milenial diharapkan untuk optimistis menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan bersiap menyambut kondisi new normal ,” tandas Karin Novilda.