BPTJ Bantah Peminat Bus Gratis di Stasiun Minim

Pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah bekerja sama menyediakan bus gratis pengguna kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor dan Stasiun Cikarang. Penyediaan bus gratis ini untuk mengurai antrean yang terjadi di Stasiun Bogor dan Stasiun Cikarang.

Senin (13/7/2020) lalu disiapkan 170 unit bus sebagai angkutan alternatif, tercatat 1.112 orang penumpang yang diangkut. Dengan demikian, dari 170 unit bus yang disiapkan hanya terpakai 77 bus yaitu di Bogor 65 bus dan di Stasiun Cikarang sebanyak 12 bus.

Apakah fenomena ini menunjukkan, pengguna KRL tidak berminat menggunakan fasilitas bus gratis yang disediakan pemerintah?

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengatakan, bus gratis yang disediakan hanya dioperasikan untuk mengangkut penumpang KRL yang berlebih.

“Jika kemudian, penumpang KRL yang berlebih ini sudah terurai, ya bus yang sudah stand by tidak dioperasikan. Jadi, bukan kemudian dikatakan minimnya peminat. Namun dengan tidak semua bus dioperasikan, tetapi penumpukan penumpang KRL sudah dapat teratasi,” ujar Kepala Bagian Humas BPTJ, Budi Rahardjo, Jumat (17/7/2020).

Sebelum pandemi Covid-19 pun, kerap sudah terjadi penumpukan penumpang KRL di beberapa stasiun besar. Ditambah lagi, di masa pandemi ini, pengoperasian KRL masih dibatasi dan mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan di dalam stasiun maupun KRL.

“Kalau yang namanya antrean, pasti tetap terjadi karena penumpang harus melalui proses pemeriksaan serta harus jaga jarak termasuk ketika memasuki sarana transportasi dalam rangka protokol kesehatan,” katanya.

Berita terkait: