Boni Hargens Apresiasi Ketegasan Pangdam Jaya terhadap FPI

– Pakar Politik Boni Hargens mengapresiasi ketegasan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang telah memerintahkan jajarannya untuk menurunkan semua spanduk ataupun baliho yang memasang wajah Pimpinan FPI Rizieq Syihab. Bahkan, kata Boni, Dudung menengarai kemungkinan FPI dibubarkan jika negara menilai itu harus dilakukan. Berbagai video penurunan baliho oleh aparat TNI telah menuai pujian dan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat.

“Saya melihat itu sebagai preseden yang baik sekali dan patut kita apresiasi. TNI adalah tulang punggung negara ini. Ketegasan Pangdam Jaya memulihkan kebanggaan dan kecintaan publik terhadap TNI dan menumbuhkan rasa aman yang tentunya sangat dibutuhkan setiap warga negara saat ini,” ujar Boni Hargens dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Boni menilai ketegasan Pangdam Jaya memperkuat langkah tegas dan berani kepolisian yang secara resmi telah meminta pertanggungjawaban hukum dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajaran serta pimpinan FPI terkait kegiatan pengumpulan massa besar-besaran di beberapa tempat khusunya di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

“Langkah kepolisian ibarat lilin yang menyala di ujung terowongan. Ada harapan bagi masyarakat bahwa tidak ada ormas apapun yang kebal hukum di negara ini. Dan kita bersyukur, hal ini diperkuat dengan langkah tegas TNI melalui Pangdam Jaya dalam menjaga bangsa dan negara,” tandas doktor lulusan Amerika Serikat yang juga pernah mengenyam Pendidikan di Universitas Humboldt, Berlin, Jerman itu.

BACA JUGA

Pangdam Jaya: Jangan Coba-coba Ganggu Persatuan dan Kesatuan dengan Merasa Mewakili Umat Islam

Menurut Boni, ketegasan TNI merupakan suatu bentuk dukungan bagi upaya penegakan hukum yang transparan, konsisten, dan kuat di level institusi kepolisian. Rakyat Indonesia, kata dia, tidak ingin negara ini dikooptasi oleh kekuatan non-formal seperti ormas garis keras yang selalu mengusung politik identitas untuk melemahkan wibawa negara dan merusak tatanan demokrasi.

“Sikap tegas TNI-Polri merupakan representasi sikap negara yang ideal sebagai negara hukum yang berwibawa. TNI dan Polri adalah ujung tombak dalam merespons ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap negara. Hal itu harus terus kita apresiasi dan dukung,” ungkap Boni.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut juga mengapresiasi kehadiran pasukan khusus TNI di wilayah Petamburan, persisnya di sekitar markas FPI. Menurut dia, langkah TNI merupakan peringatan terhadap ormas-ormas yang mengganggu NKRI.

“Itu adalah sinyal keras bagi semua kelompok ormas yang mengusung narasi dan aksi radikal selama ini. Pratanda bahwa masih ada TNI di negara ini yang siap setiap saat menjaga rakyat dan NKRI. Maka, tidak ada ormas yang boleh melampaui hukum, apalagi menghina negara,” pungkas Boni.

Berita terkait: