BNPB Akui Kendala Pengiriman Logistik untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan bahwa penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, wilayah terdampak bencana banjir bandang dan bencana lainnya ini berupa pulau-pulau.

Raditya menyebutkan, untuk upaya pengiriman logistik dan evakuasi daerah terisolir, maka menggunakan jalur udara dengan 6 helikopter. “Kita upayakan beberapa helikopter bisa mengangkat berapa ton kapasitas,” kata Raditya pada konferensi pers perkembangan bencana terjadi yang di NTT, pada Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA

Doni Monardo: Korban Jiwa Akibat Banjir dan Longsor di NTT 117 Orang, 76 Hilang

Ia menyebutkan, helikopter ini dimanfaatkan untuk 3 hal diantaranya; untuk memberi akses pada petugas SAR gabungan, mempercepat akses apabila ada warga yang harus segera dirujuk ke rumah sakit, serta untuk pengiriman logistik.

“Saya rasa ini jadi penting untuk bagiamana logistik bisa terdistribusi dengan baik. Ini tantangannya juga apakah masih ada wilayah-wilayah yang terisolir, kami membutuhkan laporan dan setiap posko diupayakan bisa memberi laporan,” kata Raditya.

Raditya menyebutkan, untuk ketersedian kebutuhan logistik untuk kebutuhan mendesak warga seperti makan siap saji dan masker dan lainnya sudah dikirim oleh Kementerian Sosial (Kemkes) dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) menggunakan pesawat kargo pagi tadi. Namun, untuk sampai ke tempat tujuan tergantung kondisi cuaca di NTT.

BACA JUGA

Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Renovasi Rumah Korban Banjir Bandang

Berita terkait: