Blusukan, Cara Risma Dalami Masalah dan Temukan Solusi Kebijakan

Koordinator Nasional Jaringan Dai dan Mubalig Muda, Jaringan Islam Kebangsaan (JIK) Irfaan Sanoesi menilai, blusukan adalah langkah tepat untuk mengakomodasi aspirasi rakyat untuk diterjemahkan ke dalam bentuk kebijakan.

“Menteri atau pejabat apa pun itu kalau berkenaan dengan kebijakan publik, blusukan adalah cara bagaimana pejabat banyak mendengar dari rakyat. Dari aspirasi rakyat itulah kebijakan dapat diciptakan berdasarkan kebutuhan rakyat,” ungkap Irfaan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).

Irfaan mencontohkan, blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini di berbagai wilayah, seperti di Jakarta dan Sumedang.

JIK mengapresiasi langkah cekatan Mensos Risma menyerahkan bantuan Rp 15 juta kepada masing-masing keluarga korban bencana longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/1/2021).

Risma didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam meninjau dapur umum dan tempat pengungsian warga di SD Cipareuag dan TK Alhidayah. Ia juga memastikan, keperluan warga mulai dari tempat istirahat, kasur hingga makanan dan minuman bagi pengungsi terpenuhi.

BACA JUGA

Jamin Bansos Tepat Sasaran, Kemsos Bakal Validasi DTKS Setiap Bulan

Ia berharap tim yang terlibat bisa secepatnya melakukan evakuasi warga yang kondisinya rentan terjadinya bencana ulang.

“Saya berharap, pejabat lain aktif blusukan untuk mendalami masalah dan menemukan solusi,” kata Irfaan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengapresiasi sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat dari Kementerian Sosial dengan menyiapkan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan.

“Apa yang dilakukan Bu Risma (Mensos), dari hulu ke hilirnya kita persiapkan. Bagaimana Indonesia sejahtera, hari ini kita mulai dengan mendukung program Kemensos,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahjono saat mendampingi Risma di Bekasi, pekan lalu.

Tri mengatakan, program Kementerian Sosial tidak hanya memindahkan masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi namun juga memberdayakan mereka sesuai kemampuan serta keahlian yang dimiliki agar kehidupannya juga ikut berubah.

Berita terkait: