Bisnis Iklan Digital Tumbuh Seiring Pemerataan Akses Internet

Bisnis iklan digital kini tengah tumbuh di era internet. Terlebih jumlah pengguna internet di negeri ini meningkat signifikan. Mengutip data survei internet dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018, pengguna internet di Republik ini mencapai 171,17 juta jiwa dari 264,16 juta penduduk naik sebesar 10,12 persen dibandingkan tahun 2017.

Meski begitu, masih ada sekitar 92,99 juta penduduk yang belum terkoneksi internet. Artinya, pemerataan akses internet belum sepenuhnya. Masih ada masyarakat yang belum terkoneksi internet.

Terkait dengan bisnis iklan digital, perkembangannya akan selaras dengan pemerataan akses internet di Indonesia. Hal itu diungkapkan Senior Vice President Digital Advertising, Banking and Data Solutions Telkomsel Ronny Wilimas Sugiadha.

“Yang membuat unik, negara Indonesia ini negara kepulauan. Berbeda dengan negara lain. Lebih sulit. Ini bicara iklan digital tidak bisa lepas dari pemerataan akses koneksi internetnya juga,” ujar Ronny saat acara konferensi pers virtual, Jumat (11/9).

Maka itu, kata dia, masih terlalu jauh jika belanja iklan digital negeri dapat mengalahkan televisi dengan waktu yang cepat. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan, akses informasi saat ini baru bisa dijangkau oleh televisi karena menggunakan satelit.

“Jadi masih cukup lama untuk bisa mengalahkan media televisi,” ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Meski begitu, dia tak ingin mendikotomikan jenis media iklan. Justru, dia berharap agar semua media iklan nantinya dapat tumbuh dan harmonis secara bersama-bersama.

“Saya justru berharap semua media iklan itu, nantinya bisa tumbuh dengan harmonis, baik itu media iklan TV, cetak, dan digital. Satu sisi, media tv sedang ada distrupsi dengan adanya OTT. Media seperti TV juga bersaing. Tapi buat kita ingin sama-sama growth,” terang dia.

[faz]

Berita terkait: