Bill Gates Optimistis Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Berkurang Akhir Tahun

Pendiri Microsoft dan filantropis, Bill Gates, mengatakan perkembangan obat-obatan terapi bisa mengurangi tingkat kematian akibat Covid-19. Di sisi lain, Gates juga mengkritik pengetesan Covid-19 yang terlalu lama sehingga “sia-sia”.

“Ada kemungkinan besar angka kematian akan berkurang secara substansial akhir tahun ini dengan kombinasi dua alat itu (pengobatan terapi dan pengobatan protektif),” kata Gates kepada CNBC , Selasa (28/7/2020).

Gates menyebut remdesivir sebagai salah satu pengobatan terapi terdepan. Remdesivir adalah obat buatan Gilead Sciences yang diklaim bisa menurunkan risiko kematian Covid-19 sebesar 62 persen dibandingkan perawatan standard.

Gates juga mengatakan ada dua antivirus yang sedang dikembangkan ilmuwan, di mana keduanya bisa dikonsumsi secara oral, bukan dengan infus seperti remdesivir.

Meski obat-obatan mampu mengurangi risiko kematian, tetapi menurut Gates, vaksin adalah penemuan terpenting dalam perang melawan Covid-19.

Beberapa perusahaan tengah mengembangkan vaksin. Perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech memulai uji coba kandidat vaksin Covid-19 tahap akhir terhadap manusia pada hari Senin waktu setempat (27/7/2020).

Selain Pfizer-BioNTech, Perusahaan obat dan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Moderna Inc mengatakan pada Minggu (26/7/2020) bahwa perusahaan telah menerima tambahan dana sebesar US$ 472 juta (Rp 6,875 triliun) dari Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Pemerintah AS (Biomedical Advanced Research and Development Authority/BARDA) untuk mendukung pengembangan vaksin virus corona.

Bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc juga menunjukkan hasil menjanjikan setelah uji klinis melibatkan 1.077 orang. Dari uji klinis tersebut, diketahui 90 persen dari responden menghasilkan antibodi terhadap virus Covid-19 setelah menerima satu dosis vaksin yang diberi nama ChAdOx1 nCoV-19 ini.

Bill Gates juga mengkritik proses pengetesan yang terlalu lama. “Seharusnya kita langsung mendapatkan hasil tes secepat mungkin supaya kita bisa mengubah cara hidup kita dan tidak menulari orang lain”.

Rata-rata hasil tes keluar adalah lebih dari dua hari, tetapi terkadang mencapai seminggu baru keluar tesnya. Idealnya menurut Gates, hasil tes keluar dalam 24 jam.

Berita terkait: