Biaya Pendidikan Makin Mahal, Ini 5 Tips Mempersiapkan dari Sekarang 

Jakarta, – Tahu kah kamu kalau tiap tahunnya biaya pendidikan anak semakin mahal. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi yang timbul dari sektor pendidikan mencapai 3,77 persen per tahun pada 2019.

Namun tidak sedikit publikasi di internet yang menyebutkan bahwa kenaikan uang pangkal masuk sekolah justru mencapai 10 persen per tahun.

Tentunya mempersiapkan dana pendidikan anak adalah salah satu hal yang menjadi tujuan finansial bagi banyak orang, terutama para orang tua. Namun, tidak sedikit orang tua yang belum  pemperhitungkan secara matang, termasuk mempertimbangkan kenaikan biaya pendidikan agar paham berapa dana yang harus dialokasikan dan di mana harus menempatkan dana tersebut.

Oleh karena itulah, selain harus berhemat, kita wajib menerapkan strategi khusus untuk mengumpulkan dana pendidikan anak.

Berikut adalah strategi dari Lifepal.co.id untuk mengumpulkan dana pendidikan anak hingga lulus perguruan tinggi.

Baca Juga: 7 Tips Aman Belanja Online Biar Gak Kena Phising

1. Cari tahu biaya sekolah yang dituju

Biaya Pendidikan Makin Mahal, Ini 5 Tips Mempersiapkan dari Sekarang Ilustrasi sekolah (/Wira Sanjiwani)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan informasi sedetail-detailnya seputar biaya sekolah di sekolah dan universitas atau perguruan tinggi yang akan Anda tuju pada tahun ajaran yang sedang berlangsung.

Biaya-biaya tersebut bisa berupa uang pangkal, biaya tahunan, SPP sebulan yang disetahunkan, seragam, serta buku untuk sekolah TK hingga SMA. Untuk mempermudah melakukan pengelompokkan biaya, kamu bisa menyatukan uang pangkal yang dibayar pertama kali masuk ke dalam biaya tahunan pada tahun pertama, sedangkan untuk seragam, biaya ekstrakurikuler, dan buku ke biaya lain-lain.

Di tahun kedua, untuk jenjang SMP dan SMA, sebagian sekolah juga tidak memberlakukan adanya pembayaran biaya tahunan, namun ada kenaikan SPP. Jadi, total biaya yang dihitung berdasarkan nilai inflasi adalah biaya SPP dan lainnya yang dihitung tahunan.

Sementara itu, untuk biaya kuliah, uang pangkal bisa dimasukkan ke dalam komponen biaya operasional gedung tahunan di tahun pertama. Untuk biaya kartu rencana studi (KRS), praktikum, unit kegiatan mahasiswa, dapat dimasukkan ke biaya lain-lain dengan asumsi 20 SKS atau lebih.

Buatlah rangkuman atas biaya-biaya tersebut dalam sebuah daftar seperti yang tertera di gambar atas dengan menggunakan asumsi usia anak. Usia anak akan menjadi penentu horizon waktu Anda dalam berinvestasi.

2. Menghitung perubahan biaya pendidikan sesuai dengan asumsi inflasi tahunan

Biaya Pendidikan Makin Mahal, Ini 5 Tips Mempersiapkan dari Sekarang ilustrasi. /Ita Malau

Lakukanlah perhitungan total biaya pendidikan untuk setiap jenjang dengan menggunakan metode future value.

Untuk menentukan besaran inflasi tahunan, kamu bisa menggunakan acuan berupa inflasi biaya pendidikan tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebesar 3,77 persen atau 10 persen sesuai dengan opini yang sering beredar di media massa.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • 4 Pasal UU Ciptaker yang Berpotensi Sengsarakan Buruh versi IDEAS
  • Asyik Subsidi Gaji Tahap 5 Cair untuk 618.588 Orang, Kamu Dapat Gak? 
  • Sri Mulyani Bakal Pungut Pajak Bisnis Milik Jack Ma hingga Bill Gates

Jika ditotal, maka biaya yang harus dikumpulkan seseorang untuk biaya pendidikan anak dalam 22 tahun mencapai kurang lebih Rp2,2 miliar.

3. Hitung ulang kebutuhan dana berdasarkan jangka waktu investasi

Biaya Pendidikan Makin Mahal, Ini 5 Tips Mempersiapkan dari Sekarang Ilustrasi Belajar Online (/Sunariyah)

Lakukan penghitungan kembali atas kebutuhan total dana pendidikan berdasarkan setiap jenjang.

Misalkan diketahui bahwa untuk TK yang terdiri dari TK A dan TK B, seseorang akan membutuhkan dana kurang lebih Rp 14.265.093 dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, total biaya pendidikan untuk jenjang SD dari kelas 1 hingga kelas 6 adalah Rp171 juta, dan seterusnya hingga kuliah.

Kamu bisa memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu dan jangka waktu investasinya.

4. Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko dan jangka waktu investasi

Biaya Pendidikan Makin Mahal, Ini 5 Tips Mempersiapkan dari Sekarang Ilustrasi investasi (/Mia Amalia)

Semakin pendek jangka waktu menabung, sebut saja di bawah setahun hingga tiga tahun, maka pilihlah instrumen yang memiliki volatilitas nilai rendah dan imbal hasil stabil. Sebut saja seperti reksa dana pasar uang, deposito, atau obligasi negara seperti ORI, Sukuk, dan lain sebagainya.

Namun untuk jangka menengah atau panjang di atas 5 tahun, kamu bisa lebih fleksibel memilih instrumen investasi, bisa di instrumen dengan volatilitas rendah seperti yang telah disebutkan, atau yang tinggi sekalipun seperti saham atau reksa dana saham.

5. Pastikan UP asuransi jiwa Anda bisa mengcover biaya pendidikan

Biaya Pendidikan Makin Mahal, Ini 5 Tips Mempersiapkan dari Sekarang Ilustrasi Aset (/Mardya Shakti)

Sebagai pencari nafkah, tentu saja kita harus bisa menjamin ketersediaan dana pendidikan yang cukup bagi buah hati. Namun risiko meninggal dunia di usia produktif masih tetap ada, begitu pun dengan risiko cacat total hingga kita tak lagi bisa mencari nafkah.

Apa jadinya jika kita meninggal di masa produktif dan tak lagi bisa mengumpulkan uang demi pendidikan anak?

Oleh karena itu, pastikan bahwa kita memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan (UP) yang cukup untuk menanggung biaya hidup serta biaya pendidikan buah hati kita.

Untuk menghitung uang pertanggungan, gunakanlah metode pendekatan pengeluaran. Dengan metode ini, UP yang akan didapat ahli waris kita akan sesuai dengan kebutuhan kita di masa depan yang sudah disesuaikan dengan inflasi.

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Arus Keuangan di Bisnis Kamu Biar Gak Rugi

Berita terkait: