Besok, Polda Metro Gelar Operasi Patuh dengan Sanksi Tilang

Ditlantas Polda Metro Jaya mulai Senin (20/7/2020) menggelar Operasi Patuh untuk menindak pengendara yang melanggar aturan di jalan raya dengan sanksi tilang.

Operasi Patuh akan digelar selama 14 hari ke depan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas yang kian meningkat di wilayah hukum Polda Metro Jaya belakangan ini.

“Operasi ini digelar guna memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada , Minggu (19/7/2020).

Dikatakan selama tiga bulan lebih masa pandemi Covid-19 disertai pemberlakuan PSBB di wilayah Jakarta, pihak kepolisian memberi kelonggaran tanpa ada penindakan. Ini membuat angka pelanggaran lalu lintas ikut meningkat.

Disebutkan ribuan personel yang tergabung dalam beberapa satuan kerja siap menindak para pengguna jalan raya yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Jika tidak mau ditilang, kami minta seluruh masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor untuk melengkapi kelengkapan berkendara dan selalu tertib dalam berlalu lintas,” kata Kombes Sambodo.

Menurut Kombes Sambodo, fokus utama penindakan adalah 15 pelanggaran yang menjadi rawan kecelakaan. Pihaknya sudah melakukan pemetaan kawasan rawan pelanggaran.

“Ribuan personel sudah siap ditempatkan di sejumlah wilayah yang rawan kecelakaan,” ujarnya.

Dijelaskan seminggu sebelum Operasi Patuh digelar, pihaknya telah lebih dahulu melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat tidak kaget ketika polisi melakukan penilangan terhadap para pelanggar lalu lintas.

Diakui Kombes Sambodo, pasca-penerapan PSBB di Jakarta terjadi peningkatan pelanggaran lalu lintas. Atas dasar itu, pihaknya kembali akan melakukan penilangan bagi mereka yang nantinya kedapatan melanggar.

“Selama pemberlakuan PSBB memang harus diakui, tingkat kepatuhan para pengendara kendaraan bermotor menurun sehingga banyak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Hasil pemantau dari layar monitor para pengendara banyak melakukan pelanggaran, di antaranya yang paling banyak melawan arus, tidak menggunakan helm. Selain itu pemandangan berkendaràan di trotoar kerap dilakukan pengendara sepeda motor hingga menambah kesemrawutan lalu lintas.

Berita terkait: