Bertambah, Polisi Bekasi Terpapar Covid-19 Pascademo Jadi 9 Orang

Polrestro Bekasi mendata ada penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dialami anggotanya saat melakukan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, beberapa waktu. Kini, total ada sembilan anggota Polrestro Bekasi yang terkonfirmasi positif Covid-19 .

“Kini menjadi sembilan anggota yang terpapar pascademo,” ujar Kapolrestro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Minggu (18/10/2020).

Kesembilan aparat Kepolisian ini bertugas mengawal aksi demonstrasi buruh di wilayah hukum Kabupaten Bekasi. Dua Polisi di antaranya merupakan perwira menengah yakni Kapolsek Muaragembong dan Kapolsek Cikarang Barat. Sedangkan, tujuh lainnya merupakan anggota Polsek Cikarang Barat dan Polsek Serang.

BACA JUGA

Pengamanan Demo, 8 Anggota Polisi Terpapar Covid-19 di Bekasi

Mereka melakukan tes usap pada 6 dan 11 Oktober 2020 lalu. “Temuan ini, menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Bekasi pascademo,” tutur.

Saat ini, anggota Kepolisian tersebut telah menjalani isolasi mandiri. “Kita masih melakukan tracing kepada anggota lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya, melakukan tes usap massal terhadap seluruh anggota Polrestro Bekasi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)b Bekasi menambah fasilitas ruang isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala.

“Minggu depan sudah dapat digunakan, sebanyak 300 tempat tidur tambahan,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

BACA JUGA

Polisi: Aksi Unjuk Rasa Berpotensi Timbulkan Klaster Covid-19 Baru

Dia menjelaskan, tambahan ruang isolasi ini merupakan dua hotel yang berlokasi di wilayah Cikarang Selatan dan telah disetujui penggunaanya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ia enggan menyebutkan nama kedua hotel tersebut.

Pemkab Bekasi sebelumnya telah menyediakan fasilitas isolasi terpusat di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan Wisma Ki Hajar Dewantara Jababeka, Cikarang Utara. Total ada, 105 tempat tidur dengan tingkat keterisian sudah mencapai di 80 persen lebih.

Penambahan ruang isolasi terpusat di kedua hotel tersebut ditujukan kepada keluarga yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Dia meminta kepada masyarakat yang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala namun melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk segera menghubungi petugas puskesmas sehingga bisa menggunakan fasilitas karantina yang disediakan pemerintah daerah.

Berita terkait: