Bencana Alam NTT, TNI-Polri Fokus Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, di Desa Amakaka, di bawah kaki Gunung Ile Lewotolok, Nusa Tenggara Timur (NTT).

TNI-Polri saat ini masih fokus melakukan proses evakuasi korban dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, yang ikut dalam kunjungan kerja, Kamis (8/4/2021).

“Hari ini berhasil ditemukan enam jenazah. Personel TNI-Polri bersama instansi lainnya masih terus mengevakuasi dan mencari korban,” ujar Argo.

BACA JUGA

Update Korban Bencana di NTT, 163 Orang Meninggal dan 45 Masih Hilang

Dikatakan Argo, selain proses evakuasi korban, Korps Bhayangkara juga mengirimkan sebanyak 9,5 ton bantuan sosial ke NTT. Seperti sabun mandi cair, pembersih lantai, handsanitizer, sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin, serta sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan.

Bahan Pokok
Selain itu, Polri juga memberikan bahan pokok berupa beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung, serta makanan lain yang diperlukan.

“Selain proses evakuasi, kami juga menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA

Berkat Pesan Whatsapp BMKG, Kampung Nelayan Ini Selamat dari Siklon Seroja

Berdasarkan informasi, data korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di NTT, sementara ini berjumlah 138 jiwa. Perinciannya, Kabupaten Flores Timur 67, Lembata 32, Alor 25, Kupang lima, Malaka empat, Sabu dua, Ngada satu, Ende satu, dan Kota Kupang satu jiwa.

Adapun korban hilang, hasil dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Perinciannya, Kabupaten Lembata 35, Alor 20, dan Flores Timur enam jiwa.

Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan perincian rusak berat 688, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154 unit.

Berita terkait: