Begini Kiat Makan di Restoran Selama Pandemi

Sebelum adanya pandemi Covid-19, restoran tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga paling sering dipilih untuk kegiatan seperti rapat dan berkumpul bersama. Di era adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini, tentu kondisinya telah berubah. Pilihannya sekarang, apakah makan di tempat atau bawa pulang. Jika pilihannya adalah makan di tempat, apa yang perlu diperhatikan sehingga tetap menikmati makanan tetapi juga aman dari Covid-19.

Dokter Muhammad Fajri Adda’i dari Dokter Milenial mengatakan, kalau makanan bisa dibawa pulang ( take away ) maka sebaiknya dibawa pulang. Namun kalau pun ada yang memilih makan di tempat, sebaiknya perhatikan protokol kesehatan untuk meminimalkan risiko tertular atau menularkan.

Menurut Fajri, sampai saat ini penularan Covid-19 terbukti masih melalui droplet yaitu butiran saliva yang keluar mulut orang yang sudah terinfeksi virus SARS COV-2 penyebab Covid-19. Mikro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa berputar atau melayang di udara di dalam ruangan tertutup. Setelah mengetahui risiko penularan ini, diharapkan ketika datang ke restoran lebih berhati-hati.

Apa yang dilakukan ketika datang ke restoran? Pertama , cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau minimal hand sanitizer . Fasilitas ini harus disiapkan oleh semua restoran. Kedua , setiap tamu yang datang dicek suhu tubuh. Kalau ada indikasi panas tinggi tidak diizinkan masuk.

“Untuk pelanggan atau konsumen perhatikan kondisi restoran. Pilihlah tempat duduk di ruang terbuka atau ventilasi baik,” kata Fajri di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Fajri mengatakan, ketika memesan makanan sebaiknya pemilik restoran memanfaatkan media digital untuk berbagai kepentingan. Misalnya untuk memesan makanan. Ada beberapa restoran yang menghadirkan menu secara digital, sehingga tidak terjadi tatap muka atau kontak fisik langsung. Media digital yang sama juga diberlakukan di kasir atau tempat pembayaran, juga untuk pemasaran.

Ketika berada di dalam sebuah restoran, jangan banyak bicara. Pemilik restoran juga diminta untuk tidak menyetel lagu atau backsound, karena ketika tamu berbicara tidak akan kedengaran. Otomatis mereka saling berbicara dengan suara cukup keras. Di sinilah droplet yang dilepaskan atau keluar dari mulut akan lebih banyak dan sering. Jika di antara mereka sudah ada yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala, bisa berpotensi menularkan ke orang lain.

Kalau dimungkinkan pemilik restoran menggunakan mika atau pembatas baik antar tamu, antar meja, di tempat pemesanan dan kasir. Pemilik restoran juga harus memikirkan ventilasi dalam ruangan restoran. Kalau dimungkinkan perbanyak jendela atau pintu yang dibuka. Restoran juga memberlakukan protokol di mana semua tamu harus memakai masker, kecuali saat makan. Restoran juga bisa lakukan surveilans internal, misalnya pegawai yang mulai batuk atau tidak enak badan disarankan untuk ke fasilitas kesehatan untuk mencegah klaster penularan baru.

Menurutnya, masker wajib digunakan tidak hanya oleh tamu tetapi juga oleh seluruh pegawai restoran. Ini untuk mengurangi penularan mikro droplet . Meskipun virus SARS Cov-2 belum terbukti menular lewat makanan, tetapi bisa menular dari benda-benda sekitar, seperti permukaan meja, kursi, piring, sendok, atau benda lain di sekitarnya. Droplet yang mengandung virus ini akan bertahan selama beberapa hari di benda tersebut. Oleh karena disinfektan rutin wajib dilakukan pemilik restroran.

Selain itu, bagi restoran yang selama ini berkonsep prasmanan disarankan untuk mengganti konsepnya. Penelitian menunjukkan, semakin banyak orang yang sering menyentuh peralatan makan di prasmanan, semakin tinggi risiko penularan.

Founder The Atjeh Connection, Amir Faisal Nek Muhammad mengatakan, setelah adanya pandemi Covid-19, pihaknya memberlakukan standar tambahan sesuai protokol kesehatan. Di antaranya, ketika tamu datang diperiksa suhu tubuh di pintu masuk, cuci tangan dengan sabun atau minimal hand sanitizer . Lalu ada pembatas transparan antar tamu di setiap meja yang tujuannya untuk mencegah potensi penularan saat mereka makan sambil berbicara. Untuk pekerja restoran, rutin dilakukan rapid test dalam dua minggu sekali sebagai screening awal untuk mendeteksi Covid-19.

Berita terkait: