Baznas Bersama IPB Gelar Islamic Economics Winter Course 2020

Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Badan Amil Zakat Naisonal (Baznas) menggelar forum intelektual dalam bentuk short course bertajuk Islamic Economics Winter Course 2020.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Winter Course kali ini berlangsung secara daring selama tujuh hari mulai dari Senin (14/9/2020) hingga Rabu (23/9/2020). Adapun kegiatan ini mengangkat tema peran Islamic social finance atau keuangan sosial Islam dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Forum Islamic Economics Winter Course 2020 ini terbagi menjadi empat pembahasan utama yang akan dibawakan oleh berbagai pakar dari sejumlah universitas ternama.

Pembahasan pertama bertemakan filosofi ekonomi Islam dan pengenalan terhadap keuangan sosial Islam sebagai salah satu instrumen utama ekonomi Islam. Tema pertama ini dilakukan di hari kedua dan disampaikan oleh Mehmet Asutay (Durham University) dan Aishath Muneeza (INCEIF).

Sementara itu, hari ketiga dan keempat akan membahas zakat. Tema ini akan dibawakan oleh Mustafa Omar (IIUM), Irfan Syauqi Beik (Baznas), Abdul Ghafar (USIM) serta Yasmina Francke (Lembaga Zakat Afrika Selatan).

Pembahasan ketiga bertemakan wakaf dan disampaikan oleh Raditya Sukmana (UNAIR) dan Hendri Tanjung (BWI) pada hari kelima. Lalu, tema keempat pada hari keenam adalah keuangan mikro yang dibawakan oleh Mohammed Obaidullah (IsDB) dan Habib Ahmed (Durham University).

Pada hari penutup, para peserta akan dapat berdiskusi dan melihat langsung dampak dari keuangan sosial Islam dengan desa binaan Baznas yaitu kampung Batik dan Tegalwaru.

Menurut Direktur Pusat Kajian dan Strategis Baznas Muhammad Hasbi Zaenal, forum ini bisa menjadi network baru dan unik yang bisa memperkaya pengalaman mengenai keuangan sosial Islam. Sebab, kegiatan ini diikuti oleh 78 peserta dari kalangan praktisi, peneliti, akademisi dari berbagai negara termasuk Bangladesh, Kenya, serta Jerman.

“ Islamic social finance memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan dan menggapai aspirasi SDGs,” kata Hasbi selaku salah satu narasumber pada kegiatan tersebut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).

“Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai jenis program yang dilakukan oleh berbagai instrumen dari Islamic social finance seperti zakat, wakaf dan keuangan mikro, yang memiliki irisan dengan tercapainya SDGs, di antaranya adalah pengentasan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan berkualitas, air dan sanitasi dan banyak lainnya,” tambahnya.

Hasbi menjelaskan, pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada sektor kesehatan, serta mengakibatkan meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Per Selasa (15/9/2020), angka kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 225.030 pasien. Rumah sakit pun mulai kewalahan mengakomodasi jumlah pasien yang terus bertambah. Pada kuarter kedua tahun 2020, PDB Indonesia jatuh secara drastis pada minus 5.23%, sehingga ekonomi berisiko untuk jatuh ke jurang resesi.

Hasbi menuturkan, dari forum ini, diharapkan akan lahir perspektif, strategi dan kajian yang tak hanya relevan dengan isu pandemi Covid-19, tetapi juga terkait pencapaian SDGs.

“Forum Islamic Economics Winter Course ini juga dapat membuat banyak terobosan dan memperbarui semangat untuk membumikan ekonomi Islam dengan segala manfaatnya bagi masyarakat,” jelas Hasbi.

“Menghadapi fenomena ini, peran Islamic Social Finance semakin krusial dalam membantu dan meringankan masyarakat yang terdampak,” tutup Hasbi.