Bawaslu Temukan 10 Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye di Medan

Sejak kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) dibuka 26 November kemarin, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan menemukan 10 kasus dugaan pelanggaran kampanye di Medan.

Komisioner Bawaslu Kota Medan, Deni Admiral mengatakan, dugaan pelanggaran kasus masa kampanye itu oleh pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution – Salman Alfarisi, sebanyak 8 kasus.

“Untuk dua kasus dugaan pelanggaran kampanye menyangkut pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman,” ujar Deni Admiral di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (25/11/2020).

BACA JUGA

Golkar Sumut Targetkan Kemenangan 70% di Pilkada Serentak

Bentuk indikasi pelanggaran itu terkait protokol kesehatan, kampanye di tempat ibadah maupun dugaan pembagian sembako maupun lainnya.

Deni tidak menyangkal kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh pasangan nomor urut 1 karena melibatkan anak-anak saat kampanye di Rumah Tahfiz Anwar Sa’adah. Selain itu, Bawaslu tidak menepis penanganan kasus pasangan yang diusung PKS dan Demokrat, yang terindikasi berkampanye di rumah ibadah maupun lainnya.

Untuk laporan kasus kampanye di Rumah Tahfiz Anwar Sa’adah, sudah dihentikan setelah Akhyar memberikan klarifikasi. Alasannya, laporan itu kurang alat bukti.

BACA JUGA

4.303 Pengawas Pilwalkot Medan Jalani Rapid Test

Untuk kampanye di Masjid Al Irma Jalan Rajawali, Sunggal, yang menyeret calon Wakil Wali Kota Medan, Salman Alfarisi, kata Deni, sudah dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

Perwira uni Tindak Pidana Tertentu Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Zuhatta Mahadi mengatakan, kasus yang dilimpahkan itu sedang ditangani.

“Dalam waktu dekat kita akan mengundang pihak- ihak yang terkait atas laporan itu. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Ada lima orang saksi yang dipanggil,” sebutnya.

Berita terkait: