Bawaslu Depok Bentuk Pokja Penanggulangan Covid-19

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok , Luli Barlini, akan membentuk kelompok kerja (Pokja) penanggulangan Covid-19 guna menangani teguran-teguran tertulis yang dilayangkan Bawaslu terkait pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh para pasangan calon (Paslon).

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok akan digelar pada 9 Desember 2020. Pilkada diikuti oleh pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 01 yakni Pradi Supriatna-Afifah Alia dan pasangan nomor urut 02 yaitu Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.

BACA JUGA

Bawaslu Keluarkan 293 Peringatan Tertulis pada Paslon Pilkada

Dikatakan Luli, dengan adanya Pokja ini teguran-teguran tertulis yang dikeluarkan Bawaslu dapat dilanjutkan kepada aparat kepolisian.

“Kalau di kepolisian bisa ditindaklanjuti, bisa dikenakan pasal 212 atau 218 KUHP bagi mereka yang tetap berkerumun di masa pandemi corona . Tapi ini ranah kepolisian ya ,” tutur Luli di Depok, Jawa Barat, Minggu (18/10/2020)

Lebih lanjut dikatakan Luli, dalam Pokja ini nantinya pihak kepolisian akan dilibatkan. Pun demikian dengan pihak kejaksaan. “Pembina Pokja nanti Pak Dedi Supandi ya selaku Pejabat sementara Wali Kota Depok. Kepolisian dan kejaksaan juga akan ada di Pokja ini,” kata Luli.

BACA JUGA

Depok Kekurangan Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Bawaslu Kota Depok juga terus mendorong pelaksanaan kampanye daring yang dilakukan para pasangan calon. Terkait tidak adanya pelaksanaan kampanye daring yang dilakukan para pasangan calon pada rentang waktu 6-15 Oktober 2020, Luli mengatakan, ini merupakan tantangan yang harus terus didorong oleh Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok agar para paslon dapat lebih memilih pelaksanaan kampanye daring.

“Kami terus ingatkan untuk memperbanyak pelaksanaan kampanye daring. Jikapun tatap muka makan sebisa mungkin jangan melanggar protokol kesehatan. Semua protokol kesehatan harus ditaati dan dijalankan,” ujar Luli.

Berita terkait: