Bank Syariah Indonesia Pimpin Pembiayaan Pembangunan Jalan Lintas Timur Sumatera

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pertama kali memimpin pembiayaan sindikasi pembangunan infrastruktur Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim) di Provinsi Sumatera Selatan senilai Rp644,76 miliar.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi mengatakan, sindikasi ini merupakan debut pertama pasca merger di awal Februari.

“Bank Syariah Indonesia menjadi bagian dalam sejarah pemberian fasilitas Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Fasilitas ini merupakan yang pertama kalinya menggunakan transaksi syariah,” kata Dirut BSI Hery, dalam Seremonial Financial Close Proyek Jalintim Sumsel dan Penyerahan Letter of Award Proyek Jalintim Riau, Senin (22/2).

Dirut BSI mengatakan, pada sindikasi ini, akad yang digunakan adalah Ijarah Muntahiyah bitTamlik, yaitu transaksi sewa manfaat atas suatu objek dengan pengalihan kepemilikan di akhir periode sewa.

Preservasi Jalintim Sumsel ini merupakan kerja sama pemerintah dengan badan usaha pertama di sektor jalan non-tol di Indonesia. Di mana dalam proyek ini PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia berperan sebagai lembaga penjamin.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang positif dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Pasalnya, proyek ini dapat mempersingkat waktu tempuh kendaraan, sehingga berdampak kepada penurunan harga barang, peningkatan pendapatan masyarakat, serta berkurangnya polusi udara,” jelas Hery.

Pembiayaan sindikasi di Jalintim ini dikucurkan Bank Syariah Indonesia bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank Panin Dubai Syariah kepada PT Jalintim Adhi Abipraya. Dari total plafon pembiayaan sindikasi, porsi Bank Syariah Indonesia sebesar Rp248 miliar. Sedangkan porsi pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank Panin Dubai Syariah masing-masing sebesar Rp248 miliar dan Rp148,76 miliar.

Dalam pembiayaan sindikasi, Bank Syariah Indonesia berperan sebagai Mandated Lead Arranger, Agen Fasilitas, Agen Jaminan, dan Agen Escrow.

Pembangunan Jalan 29,87 Km

Pinjaman bertenor 10 tahun ini akan digunakan untuk pembangunan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 29,87 Km berikut jembatan dan fasilitas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor.

Ruas jalan yang dipreservasi dalam proyek ini meliputi Jalan Srijaya Raya (6,3 Km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 Km), Jalan Letjen H. alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 Km), Jalan Soekarno – Hatta (8,32 Km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (4 Km) dan Jalan Sultan mahmud Badarudin II (2,9 Km).

“Ruas Jalintim ini juga kan dilengkapi dua buah Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor,” ujarnya.

Demikian untuk pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi Bank Syariah Indonesia dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Selain proyek infrastruktur, pada tahun ini, Bank Syariah Indonesia akan aktif menyalurkan sindikasi ke sektor energi, di mana salah satu proyek yang dibiayai adalah proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

“Sampai Desember 2020, pembiayaan wholesale Bank Syariah Indonesia tercatat sebesar Rp48,03 triliun. Pada akhir 2021, Bank Syariah Indonesia menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale sebesar 4-6 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Berita terkait: