Bangun SLIN, Pemerintah Ingin Tekan Ketimpangan Harga Ikan

Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) tengah menyusun pembangunan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) di Tanah Air. Ini dilakukan dalam rangka untuk menanggulangi ketimpangan ketersediaan ikan dan harga antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur.

“Ada SLIN, kita baru susun pemetaan dan sudah mulai bangun banyak cold storage,” kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja, dalam Rapat Kerja Hipmi 2021, Sabtu (6/3).

Dia mengatakan, pada era kepemimpinan Susi Pudjiastuti sudah dibangun sebanyak 14 sentra ikan di pulau terluar. Namun itu belum cukup, mengingat daerah Indonesia sangat luas sekali.

“Indonesia luas banget dan kemudian nelayannya 2,3 juta, bisnisnya melebar semua,” kata dia.

Seperti diketahui, program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang mengacu pada Peraturan Presiden No 26 tahun 2012 tentang Sistem Logistik Nasional.

SLIN bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan hulu-hilir, pengendalian disparitas dan stabilisasi harga, serta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Genjot produksi ikan, KKP bangun cold storage di Gorontalo

ikan kkp bangun cold storage di gorontalo

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun gudang penyimpanan ikan (cold storage) di Gorontalo. Keberadaan cold storage ini diharapkan akan memacu produksi perikanan di provinsi tersebut.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Rifky Efendi Hardijanto mengatakan, dengan luas wilayah laut yang mencapai 70 persen dari total wilayahnya, sektor perikanan Indonesia punya potensi besar untuk mendongkrak ekonomi nasional. Hanya saja, masalah logistik dan pergudangan menjadikan sektor ini belum bisa digarap secara maksimal.

“Kita tahu di daerah potensi perikanannya sangat besar, hanya saja karena masalah logistik dan minimnya gudang penyimpanan (cold storage), menjadikan sektor ini belum maksimal untuk digarap,” ujar dia di Jakarta , Rabu (17/10).

Oleh sebab itu, KKP tengah mengejar penyelesaian gudang-gudang perikanan, terutama di daerah-daerah lumbung perikanan, seperti di Gorontalo ini.

“Pelan-pelan kami selesaikan kebutuhan cold storage, di samping sambil jalan kita semua coba selesaikan untuk masalah logistik Sehingga ekspor sektor kelautan dan perikanan bisa terus kita tingkatkan,” ungkap dia.

Di Gorontalo sendiri, Direktorat Jendral PDSPKP telah memberikan bantuan dengan total nilai anggaran sebesar Rp 54,9 miliar sejak 2015. Dana ini dialokasikan untuk penyediaan 1 Unit Gudang Beku Terintegrasi (ICS), 4 Unit Kendaraan Berpendingin, 25 Unit Chest Freezer, 13 Unit Ice Flake Machine, 4 Unit Cold Storage dan 1 Unit Pasar Ikan Bersih.

Pada 2018 ini, KKP juga akan memberikan kendaraan berpendingin dan chest freezer. “Mudah-mudahan dengan adanya penambahan bantuan gudang berkapastitas 200 ton ini, bisa bermanfaat dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya,” ungkap dia.

‚ÄéTidak hanya membangun cold storage, KKP juga memiliki program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan hulu-hilir, pengendalian disparitas dan stabilisasi harga, serta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

“Bukan hanya gudang saja, nanti juga logistik kita selesaikan. Makanya kami ajak seluruh stakeholder atau pun instansi, kementerian, atau pun lembaga lain untuk sama-sama majukan sektor kelautan dan perikanan,” tandas dia.

Baca juga:
Penerbitan Izin Kapal Perikanan Kini Wewenang KKP
Bakal Merger di Semester I 2021, Intip Kekuatan Bisnis Perindo dan Perinus
KKP Tenggelamkan 8 Kapal Vietnam dan 2 Malaysia Lakukan Pencurian Ikan
Ribuan Ekor Ikan Mati di Danau Batur, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
Di Aturan Turunan UU Cipta Kerja, Awal Kapal Perikanan Wajib dapat Jaminan Sosial
Menteri Trenggono Dorong Peningkatan Pendapatan Negara Lewat Perikanan Budidaya
Warga Koja Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan

Berita terkait: