Bacaan Ruku dalam Salat, Lengkap Disertai Artinya

Bacaan ruku merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mengerjakan salat. Ruku sendiri merupakan gerakan salat yang wajib untuk dilakukan. Bila meninggalkan gerakan ruku, maka hal ini dapat mempengaruhi sah atau tidaknya salat yang telah didirikan seorang muslim.

Bukan hanya suatu kewajiban, ternyata gerakan ruku pun dapat memberikan manfaat tersendiri bagi kesehatan tubuh manusia. Beberapa di antaranya, gerakan ruku disebut dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menjadikan aliran darah tetap lancar.

Ruku merupakan suatu gerakan dalam salat yang dilakukan sebelum sujud. Sama halnya dengan sujud, gerakan ruku juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, bacaan ruku pun harus dipahami dengan baik dan benar oleh umat Islam.

Ternyata, ada banyak bacaan ruku yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Kaum muslim dapat mengamalkannya secara bergantian. Berikut macam-macam bacaan ruku dalam salat hingga syaratnya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.

Gerakan Ruku dalam Salat

Sebelum mengetahui macam-macam bacaan ruku yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, ada baiknya bagi umat Islam untuk mengetahui gerakan ruku sesuai sunnah. Ruku hendaknya dikerjakan secara baik dan benar.

Adapun gerakannya yakni dengan menundukkan badan saat salat hingga setengah badan. Setelah itu, kedua telapak tangan diharuskan untuk menyentuh kedua lutut kaki. Dengan kata lain, ruku merupakan gerakan untuk menyejajarkan punggung dan leher.

Saat gerakan ruku, jari-jari tangan diwajibkan untuk terbuka saat menyentuh lutut. Sementara itu, seseorang yang tengah melakukan gerakan tersebut juga harus melafalkan bacaan ruku sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Syarat Ruku

Ruku merupakan salah satu rukun salat yang hukumnya wajib untuk dikerjakan. Sebagai rukun salat, gerakan ruku ternyata memiliki syarat-syarat tertentu untuk dipenuhi.

Tidak terpenuhinya syarat ruku dapat mempengaruhi keabsahan salat. Dilansir dari laman NU , berikut 3 macam syarat ruku yang harus dijalankan saat menunaikan salat.

Menundukkan tubuh

Syarat pertama dalam gerakan ruku adalah menundukkan tubuh. Sementara itu, kedua telapak tangan berada di atas lutut kaki sembari mengucapkan bacaan ruku. Rasulullah dalam sebuah hadist diceritakan selalu menempatkan kedua telapak tangan sebagaimana gerakan ruku yang diajarkannya.

“Ketika Rasulullah ruku, beliau menempatkan kedua (telapak) tangannya pada kedua lututnya.” (H.R. Imam Bukhari).

Berniat untuk melakukan gerakan salat

Syarat yang kedua adalah berniat untuk melakukan gerakan ruku. Maksudnya, gerakan merunduk dalam ruku bukan dilakukan karena unsur ketidaksengajaan seperti untuk menggaruk kaki.

Bilamana seseorang bermaksud untuk menggaruk kaki sekaligus melakukan gerakan ruku, maka hal ini tidak dapat dibenarkan. Ia harus mengulangi gerakan ruku secara baik dan benar.

Gerakan ruku hendaknya selalu diniatkan terlebih dahulu untuk benar-benar dilakukan sebagai sarana berdoa kepada Allah SWT. Sehingga, tidak ada niatan lain yang mendasari seseorang untuk melakukan ruku selain mengharap ridha dan berkah dari Allah SWT.

Tumakninah

Syarat yang terakhir dari gerakan ruku dalam salat adalah tumakninah. Orang yang sedang melakukan gerakan ruku diwajibkan untuk bersikap tenang dan menghayati bacaan ruku dengan baik. Tumakninah ini dilakukan minimal selama bacaan ruku dilafalkan.

Hal ini sebagaimana anjuran Rasulullah SAW dalam sebuah hadist sahih yang berbunyi sebagai berikut,

“Kemudian ruku lah sampai engkau tenang (tumakninah) dalam keadaan ruku.” (HR. Imam Bukhari)

Macam-Macam Bacaan Ruku

Setiap gerakan salat merupakan sarana bagi umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tak terkecuali dengan gerakan ruku. Saat melakukan gerakan ruku, ada banyak bacaan yang dapat dilafalkan sebagai bentuk komunikasi dan doa kepada Allah SWT. Umumnya, bacaan ruku yang seringkali dilafalkan yakni berbunyi sebagai berikut,

Subhana rabbiyal ‘adhimi wa bihamdihi

Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dengan segala puji bagi-Nya.”

Sementara itu, Rasulullah SAW disebutkan dalam beberapa hadist riwayat Imam Muslim beberapa kali mengucapkan sejumlah doa saat melakukan ruku seperti yang dilansir dari laman NU . Sayyidatina Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah pernah melafalkan bacaan ruku sebagai berikut,

Subhanakallahuma rabbana wa bi hamdik. Allahummaghfir li

Artinya: “Maha Suci Engkau, Ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu wahai Tuhanku. Ampunilah dosaku.”

Di lain waktu, Sayyidatina Aisyah RA ssaat mencari Baginda di malam hari, ia mendapati Rasulullah sedang ruku atau sujud dengan membaca bacaan seperti berikut,

Subhannaka wa bi hamdik. La ilaha illa anta

Aritnya: “Maha Suci Engkau. Segala puji bagi-Mu. Tiada Tuhan selain Engkau.”

Selain itu, Sayyidatina Aisyah RA juga pernah melihat dan mendengar Rasulullah SAW pernah melafalkan bacaan ruku dan sujud sebagaimana berikut ini,

Subbuhun quddusun rabbul mala’ikati war ruh

Artinya: “Maha bersih dan maha suci (Engkau), Tuhan malaikat dan roh (malaikat besar/Jibril/makhluk lain yang tidak terlihat oleh malaikat).”

Berita terkait: