AVN Dukung Pembatasan Usia Pengguna Vape

Produk-produk nikotin alternatif seperti vape merupakan produk yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan sebagai bagian dari Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL). Tren konsumsi masyarakat terhadap produk-produk yang ada di pasaran pun terus berubah seiring dengan perubahan gaya hidup manusia, termasuk halnya pada produk vape, yang telah diterima di banyak negara sebagai produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa.

“Sebagai asosiasi industri, kami di paguyuban Asosiasi Vape Nasional (AVN) memahami akan adanya kekhawatiran yang berkaitan dengan penyalahgunaan produk tembakau alternatif dan juga penggunaan bagi kalangan di bawah umur, dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegah hal tersebut,” ujar pengurus Aliansi Vaper Indonesia (AVI) Johan Sumantri di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Menyadari pentingnya hal tersebut, paguyuban Asosiasi Vape Nasional telah bermitmen bersama untuk menjalankan kode rtik dalam industri vape Indonesia. Hal itu juga untuk memastikan industri yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Menurut Johan, kode etik itu meliputi produk vape tidak untuk digunakan, dijual dan diberikan kepada anak di bawah umur 18 tahun, ibu yang sedang mengandung dan menyusui. Produk vape hanya untuk digunakan dalam mengurangi risiko yang lebih berat kepada kesehatan.

“Kami juga berkomitmen melindungi industri dari penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya. Selain itu, mencegah pemakaian bagi pengguna yang sebelumnya bukan perokok,” katanya.

Menurutnya, penerapan pengaturan batasan usia pengguna dalam produk vape mutlak diperlukan. Sebab, batasan tersebut adalah upaya untuk memastikan produk ini hanya ditujukan bagi perokok dewasa dan tidak untuk diperjualbelikan atau bisa diakses secara bebas oleh kalangan di bawah umur.

“Untuk mewujudkan komitmen ini, kami juga memerlukan dukungan dari semua kalangan. Termasuk dari pemerintah, akademisi, para mitra usaha seperti retailer , dan juga dari para pengguna produk vape sendiri,” tandasnya